Jumat, 23 Juli 2021

RPP Berdiferensiasi (Eryansyah, S.Pd CGP Angkatan 02 SMAN 2 Bolo Kab. Bima NTB)

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

 

Mata pelajaran  : Bahasa Indonesia

Sekolah               : SMA 2 Bolo

Kelas/Semester  : XI / Ganjil

Materi               : Teks Prosedur

Alokasi Waktu : 2 pertemuan (4 x 45 menit)

 

A.    Tujuan Pembelajaran

Menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur serta

3.3.  mengembangkan teks prosedur dengan memerhatikan hasil analisis terhadap isi, struktur, dan kebahasaan

 

B.     Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan

·       guru membuka pembelajaran daring (WA Grup, zoom, geogle met)

·       Guru meminta siswa untuk menuliskan minat (Cat Grop)

·       Guru membagi kelompok berdasarkan minat siswa (diferensiasi konten berdasarkan minat)

·       Guru Menyampaikan  tujuan  pembelajaran  pertemuan  hari  ini.

·       Guru melontarkan pertanyaan apersepsi mengenai Teks Prosedur. (diferensiasi Proses Kesiapan belajar)

Kegiatan Inti

Pertemuan 1

·       Peserta didik mengamati contoh teks prosedur yang dibawa. diferensiasi Proses Kesiapan belajar)

·       Peserta didik mengidentifikasi struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur. diferensiasi Proses Kesiapan belajar)

·       Peserta didik bertanya jawab tentang struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur. diferensiasi Proses Kesiapan belajar)

·       Peserta didik memberi komentar terhadap struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur. (diferensiasi Proses)

·       Peserta didik secara berdiskusi mengidentifikasi struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur. diferensiasi Proses Kesiapan belajar)

·       Peserta didik menuliskan teks prosedur berdasarkan minat (Kelompok) (diferensiasi produk sesuai profil belajar)

·       Peserta didik Mendiskusikam teks prosedur berdasarkan minat (diferensiasi produk sesuai profil belajar)

·       Peserta didik dari kelompok lain bertanya tentang prosedur sesui dengan minat siswa (diferensiasi produk sesuai profil belajar)

 

 

Refleksi dan konfirmasi

·       Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui  ketercapaian proses pembelajaran dan Perbaikan

·       Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

 

Penilaian

Pengetahuan

1. Mengindentifikasi struktur teks prosedur.

2. Simpulkan teks tersebut berdasarkan kelengkapan strukturnya.

 

Keterampilan

Menulis teks prosedur berdasarkan struktur dan kebahasaan

Sikap

1. Bekerja sama dalam diskusi kelompok.

2. Menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam menulis kembali teks prosedur.

3. Tanggung jawab mengerjakan tugas

 

C.    Sumber/ Media Pembelajarn :

Sumber: Buku Paket Bahasa Indonesia Kelas XI, https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-jenis-dan-contoh-teks-prosedur

Media: WA Grup, Zoom, Geogle Met, PPT, LKS

 

 

D.    Penilaian Proses dan Hasil Belajar:

1.      Teknik dan bentuk Instrumen

 

Teknik

Bentuk Instrumen

Observasi

Lembar pengamatan sikap dan rubrik (lihat diagram 2.1 Prosedur penyelesaian perkara pelanggaran berlalu lintas)  hal. 52

Tes tulis

Tes uraian menuliskan prosedur penyelesaian pelanggaran berlalu lintas (mendeskripsikan )

Tes praktik

Cara menggunakan kartu ATM

Rubrik Penilaian

 

No

Skor

Kriteria

komentar

1

9 – 10

7 – 8

6 – 7

Sangat baik - sempurna : Mampu menyusun teks prosedur

Cukup - baik     : Mampu menyusun teks prosedur

Sedang - cukup : Mampu menyusun teks prosedur

 

2

9 – 10

 

7 – 8

6 – 7

Sangat baik - sempurna : Mampu menyusun teks prosedur dengan benar

Cukup - baik     : Mampu menyusun teks prosedur dengan benar

Sedang - cukup : Mampu menyusun teks prosedur dengan benar

 

 

Lembar Rekapitulasi Penilaian Kegiatan Peserta Didik

 

No

Jenis Teks

Aspek penilaian

Isi

Kosakata

Kalimat

1

Menerima Tuduhan

10

10

30

2

Tidak Menerima Tuduhan

10

10

30

 

 

 

Mengetahui                                                                 Bolo, 2 Juli 2021                    

Kepala SMA,                                                              Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

 

Sahrir, S.Pd, M.Pd                                                      Eryansyah, S.Pd

NIP.197212151998031005                                        NIP.

 

 

Refleksi Pembelajaran Diferensiasi (Eryansyah, S.Pd CGP angkatan 2 Kab. Bima NTB)

             Menurut Tomlinson (2000), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid.

            jadi pembelejaran differensiasi merupakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa itu sendiri, tampa memaksakan kehendak guru belajar sesuai dengan keinginan guru. belajar sejatinnya belajar berdasarkan asas memanusiakan manusia. guru sejatinya mampu menjadi pemimpin pembelajar sehingga melahirkan maiset pendidikan sesuai kodrat anak, menjadikan peserta didik sebagai subjek yang belajar bukanlah sebagai objek pendidikan.

            pembelajaran Berdiferensiasi cocok diterapkan disemua mata pelajaran, akan tetapi CGP akan coba mengulas pembelajaran Berdiferensisi pada mata pelajaran Bahasa indonesia. kenapa saya angkat pada pembelajaran bahasaindonesia, karena CGP adalah guru bahasa indonesia yang artinya akan mencoba menerapkan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran bahasa indonesia dengan KD Teks Prosedur.

        sebelum memulai pembelajaran, ada tiga tahap yang mesti dilakukan oleh pendidik, 

1. kesiapan belajar siswa 


2. minat belajar siswa

3. profil belajar siswa

        dari ketiga poin ini tidak bisa dilewatkan oleh guru jika menerapkan pembelajaran brdiferensiasi. setelah dilakukan tiga tahapan ini guru sudah memetakan dan metode pembelajaran seperti apa yang diterapkan,

        dalam hal ini CGP menerapkan media pembelajaran dengan kertas Nottes (Kertas Berwarna) kerta ini bagikan kepada siswa, siswa diminta untuk menulis minat atau hoby mereka di atas kertas serta diminta untuk menulis pelajaran seperti apa yang mereka inginkan. dari hasil jawaban siswa, guru mengelompokan siswa berdasarkan minat siswa.

        setelah dikelompokkan CGP meminta kepada siswa agar menulit dikertas nottes apa itu teks prosedur, dari hasil tulisan diperoleh dasar pemahaman siswa tentang apa itu teks prosedur.

        Setelah diperoleh semua data tentang kesiapan, minat dan profil belajar siswa, CGP meminta kepada siswa untuk menulis teks prosedur berdasarkan minat siswa.

        setelah siswa menulis teks prosedur siswa diminta mendiskusikan hasil tulisan kepasa sesama minat, untuk mengetahui mana yang kurang untuk diperbaiki agar sesuia dengan teks prosedur.

        setelah berdiskusi, siswa diminta untuk merefleksikan kembali tentang apa yang dipelajari tetntang teks Prosedur

Pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan minat (eryansyah, S.Pd CGP angkatan 2 SMAN 2 BOLO Kab. Bima NTB

 Pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan minat

Sekolah        : SMAN 2 BOLO

Kelas            : XI MIA 4

Mapel            : Bahasa Indonesia

KD                : Teks Prosedur


Minat

Olahraga

Kesenian

Sains

Nama murid

Syarifidin,

Tri Herlina

Astri Susanti

Syuryani

Jeha laura

Zihan dwi ziniati

Watir Yakil

Dwi fika

produk

Membuat TeksProsedur

-          Teknik  Pasing Atas , pasing bawah, Smas

-          Teknik Menendang Bola dan menggiring bola

Membuat TeksProsedur

-          Teknik Menumis Kangkun

-          Teknik Menyanyi

-          Teknik Bermain Peran

Membuat TeksProsedur

-          Langkah-langkan membuat program games

Minggu, 27 Juni 2021

CGP- ANGKATAN 2-KAB. BIMA NTB-ERYANSYAH, S.Pd, -SMAN 2 BOLO-1.4 AKSI NYATA BUDAYA POSITIF (SEKOLAH BEBAS BULI)

 

BUDAYA POSITIF SEKOLAH BEBAS BULLI

A.    Latar Belakang

                        Sejatinya, sekolah adalah tempat anak untuk tumbuh kembang untuk mencapai tujuan dan cita siswa, sekolah merupakan wadah untuk anak membentuk karakter diri yang mandiri, kreatif serta kolaboratif serta berkembangsesui kodrat alam yang melekat pada pembentukan karakter sesuai budaya tempat atau wilayah yang didiaminya.

            Seperti yang tertera di kamus bahasa Indonesia  sekolah merupakan bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran. sejatinya sekolah adalah tempat terbentuknya sebuah budaya positif yang akan memnjadikan anak didik menjadi karakter yang sesuai dengan bentuk sekolah itu sendiri.

            Budaya merupakan cara hidup yang berkembang serta dimiliki bersama oleh kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya positif yang dicanangkan di lingkungan SMAN 2 Bolo budaya sekolah bebas dari kekerasan.

            Mendidik dengan kekerasan adalah bukan budaya positif dan tidak boleh berkembang dilingkungan sekolah, seperti bulli, guru memberikan hukuman fisik, ataupun tawuran antara pelajar serta mendidik dengan cara mengintimidasi merupakan hal yang harus dihapuskan dilingkungan sekolah.

            Budaya adalah sebuah kebiasaan yang lahir dan berkembang bersama manusia itu sendiri, budaya lahir bukan dengan mudah tapi membutuhkan waktu dan proses yang panjang, mulai dari menemukan masalah dan mendapatkan solusi atas masalah sehingga memerlukan sebuah konsep yang mengatur pelaksanaan sampai terbentuknya sebuah budaya sesuai dengan kehidupan bersosial.

B.     Deskripsi aksi nyata

Dalam merumuskan aksi nyata tidak semerta merumuskan, akan tetapi berdasarkan temuan dilapangan, berdasarkan pengalaman dan temuan selama mengajar 9 tahun ini, ditemukan bahwa pembelajaran dengan model kekerasan masih terjadi dilingkungan, baik kekerasan secara fisik maupun secara verbal, hal ini mengakibatkan terbentuknya pribadi siswa yang minder dan takut untuk berpikir kritis, kreatif serta inofatif. Ini merpakan kegagalan pendidikan tanah air untuk itu saya selaku CGP angkatan ke 2 SMAN 2 Bolo merancang konsep budaya positif agar sekolah terbebas dari budaya kekerasan, konsep ini baru saya menerapkan untuk kelas yang menjadikan saya wali kelas yaitu kelas X Mia 4.

Dalam menyusun kesepakatan kelas, saya memberikan siswa stimulus tentang apa itu budaya positif kepada siswa, setelah saya melakukan stimulus saya menyapaikan kepada siswa, saya mengkorek informasi tentang hal-hal apa yang mereka tidak inginkan dilingkungan kelas serta kelas seperti apa yang mereka harapkan. Dalam hal ini siswa belum berani mengemukakan hal yang mereka inginkan, ketika saya melihat belum ada respon siswa saya memberikan motifasi kepada siswa, bahwa dilingkungan SMAN 2 Bolo adalah rumah ke2 untuk mereka, bapak yang berdiri didepan kalian adalah orang tua yang senantiasa akan menjadi penopang kalian untuk mencapai cita-cita kalian, ketika kalian belum berani mengemukakan apa yang kalian inginkan, bagai mana mungkin bapak mengetahui perasaan kalian, bagaimana mungkin bapak mengetahui keinginan kalian. Ketika kalian pergi berobat kedokter pasti dokter akan bertanya pada kalian, sakit apa nak? Pasti kalian akan menjawab sakit yang kalia alami sehingga dokter  bias mendiaknosa penyakit yang dialami serta memberikan resep obat untuk kesembuhan kalian, jadian tujuan bapak bertanya kepada kalian tentang hal-hal yang kalian tidak inginkan dan harapan kalian adalah untuk mengetahui apa yang kalian harapkan agar kalian bias menjadi generai milenia. Setelah saya memberikan motifasi banyak siswa memberikan  respon , sehingga diperoleh gambaran kelas seperti apa yang diinginkan siswa, hasil yang disampaikan siswa ditulis diatas papan tulis.

Setelah menulis hal yang tidak diinginkan dan kelas seperti apa yang di inginkan siswa, saya menggiring sebuah konsep kesepakatan bersama tentang bagai mana cara mewujudkan kelas impian yang mereka inginkan itu. Pada proses ini diperoleh data, siswa menginginkan kelas yang asik, bersih, saling menghargai antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, tidak membeda-bedakan siswa, guru dan siswa hadir tepat waktu, tidak boleh menggunakan mikup, berpakaian rapih. Setelah mencatat semua kesepakatan itu saya bertanya kepada siswa, dari semua kesepakatan itu mana yang paling dibutuhkan untuk menciptakan kelas yang sesuai dengan yang mereka inginkan. Melalui diskusi yang alot disepakati sebuah konsep akhir kesepakatan kelas yang disetujuai bersama adalah

1.      Guru dan siswa Hadir tepat waktu

2.      Sebelum pulang membersihkan kelas bersama

3.      Suasana pembelajaran yang menyenangkan

4.      Kelas yang jahu dari Bulli

5.      Berpakaian rapih

Kelima kesepakatan ini akan menjadi pedoman kelas X Mia 4 di sman 2 bolo dan akan dilakukan refleksi sebelum memulai pembelajaran untuk mengetahui sejahu mana kesepakatan bersama dijalankan serta hal hal apa yang menjadi problem dalam menjalankan kesepakatan bersama tersebut.

C.     Hasil aksi nyata

Hasil kesepakatan kelas








Poster


      

Kamis, 06 Mei 2021

SEBUAR REFLEKSI NILAI GURU PENGGERAK (Eryansyah CGP Angkatan Ke-2 SMAN 2 BOLO)


Pada dasanya, Seorang guru telah dipandang sebagai manusia serba bisa yang patut diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Peran guru secara umum adalah sebagai tugas pendidikan meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Seorang guru juga berperan untuk membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan serta pengetahuan siswa. Oleh karena itu, guru harus bisa membuat siswanya tertarik untuk mengikuti pelajaran. Skripsi (Usma dalam amirudin, 2021:1 online)

Setelah saya mempelajari nilai-nilai guru penggerak, saya menyadari nilai diri saya dalam melaksanakan aktifitas saya sebagai pendidik meliputi nilai Mandiri membuat media pembelajaran pendukung seperti  menggunakan kertas bergambar pengganti layar proyektor. atau menggunakan Notes (Kertar berwarna) sebagai media penulisan untuk dibagikan ke siswa. Nilai reflektif seorang guru haru bisa menerima kritik maupun saran yang disampaikan oleh guru, atasan maupun peserta didik itu sendiri, ketika dalam pembelajaran ketika siswa memberikan saran untuk belajar di luar ruangan, guru harus mempertimbangkan, karna belajar tidak hanya ada didalam ruangan tetapi diluar ruangan diperbolehkan. Nilai Kolaboratif sangat berperan dalam mewujutkan tujuan bersama, seperti visi misi sekolah, tanpa ada kerja sama antara masyarakat sekolah, visi dan misi yang dicanangkan tidak akan terlaksana. artinya untuk mencapai pendidikan pancasila, seorang guru harus mampu melakukan kolaboratif dengan teman sejawat, atasan maupun pengawas untuk mencapai tujuan dan visi bersama. Nilai inovatif, untuk menjabarkan nilai ini dalam pengalaman adalah masalah kehadiran siswa di sekolah kami kabupaten bima, siswa jurusan IPS dikenal dengan kehadiran dibawah 50%, hal ini membuat saya tertantang untuk meningkatkan kehadiran siswa, hal yang saya lakukan agar siswa selalu hadir di atas 80% dikelas saya adalah, saya menempatkan diri saya bukan hanya sebagai guru, tapi sebagai teman, sahabat. setelah saya mengubah pola pendekatan kepada siswa, ada perubahan siswa mulai dari kehadiran, prestasi belajar. artinya guru haru bisa menjadi teman, kakak, bahkan orang tua untuk peserta didikanya, mereka membutuhkan motivasi, serta rangsangan untuk mencapai pribadi mandiri. Selain dari itu inovatif yang saya lakukan adalah menciptakan media-media pembelajaran yang menyenangkan atau tidak monoton menonton bersama, belajar diluar ruangan, serta menghadirkan pembelajaran dengan aplikasi queper, classroom, menggabungkan spreadsheet dengan Whatshap auto untuk ujian, sera geoglefrom. Yang terakhir nilai berpihak pada murid setiap media maupun metode pembelajaran di disusun diusahakan harus berorintasi pada siswa bukan berorientasi pada guru. artinya siswa sebagai subjek pendidikan bukan sebagai objek pendidikan, hal ini sejalan dengan pendidikan pancasila yang mengedepankan merdeka dalam pembelajaran seperti siswa menetukan sendiri dimana mereka ingin belajar, apakah didalam rungan atau diluar ruangan.

Setelah mengetahui nilai diri dari guru penggerak, saya merasakan bahwa tugas seorang pendidik tidak sesederhana yang dipikirkan, akan tetapi guru memiliki peran sentral sebagai pemimpin pembelajaran, menggerakan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru, mewujudkan kepemimpinan murid serta mewujudkan profil pelajar Pancasila, dengan peran-peran ini guru penggerak seyogianya mampu mensukseskan program merdeka belajaran dan profil pelajar pancasila.

Selain dari pada itu, saya baru menyadari ada beberapa nilai dari guru penggerak yang saya lakukan seperti nilai mandiri, nilai reflektif dan inovasi mesti tak seintensif setelah saya mendalami peran sebagai Calon Guru Penggera. Walaupun demikian kelima nilai peran pendidik tetap saya mendalaminya lagi agar menguatkan pemahaman tentang pentingnya peran pendidik untuk mencapai generasi emas Indonesia.

Seyogianya untuk menguatkan diri saya mendalami peran saya sebagai pendidik guru penggerak adalah, mulai diri saya sendiri seperti

1.      Memotivasi diri sendiri untuk mau menciptakan inovasi pembelajaran yang menyenangkan dalam kelas.

2.      Selalu membuka Ruang diskusi Dengan Rekan sejawat untuk memecah problem yang dialami siswa

3.      Mengutamakan kepentingan anak dari kepentingan lain

Ketiga hal ini akan menjadi benjangan untuk diri saya dalam menjalani peran saya sebagai guru penggerak yang akan menggerakan wajah baru pendidikan Indonesia.

Meski demikian, dalam menopang kesuksesan ini, terselip pula hambatan yang akan dialami sebagai guru penggerak, seperti ketika ada oknum guru yang opertunis terhadap siswa, sehingga mereka memandang sebelah mata siswa serta mereka berpendapat, apapun kurikulum yang ditawarkan semua sama saja. Tidak menutup kemungkinan tidak ada dukungan dari atasan maupun orang tua siswa itu sendiri. Walaupun demikian itu bukanlah hambatan berarti, karna pasti ada rekan sejawat yang memiliki visi misi yang sama, sehingga dapat digerakannya kelompok kecil guru penggerak yang akan menjadi cikal bakal lahirnya sebuah pendidikan yang berorientasi merdeka belajar.

Daftar Pustaka

http://repository.ump.ac.id/944/3/BAB%20II_TIRTA%20SARI_PKn%2716.pdf

1.2.a.6. Refleksi Terbimbing - Nilai-Nilai dan Peran Guru PenggerakOU blog


Minggu, 17 Maret 2019

GADIS PENCARI JODOH

menggumam di sela-sela nyanyian bertanya tentang masa yang tak terbendung nubari.
kapan?
pertanyaan yanggrogoti sendi-sendi untuk bernapas

Senin, 24 September 2018

Wanitaku

Aku masih membayangki kosa kata apa yg gambarkan wanita akhir zamanku.

Nobar cinta menghiasi putaran bumi.
Aku pernah terperangkap pada cinta-cinta yang mengiasi napasku.
Aku terlepas dan terbelenggu pada nada-nada cinta yang kuhembuskan.

Kala itu aku bercerita tetang cinta yang hanya tuhan yang memisahkan.
Dikala itu pristiwa yang tak bisa racun bisikan manusia.
Masa itu, ketika cerita cinta yang tak akan aku serahkan pada cinta lain.
Diwaktu itu aku membimbing cinta pada arti hidup dengan cinta.

Purnama pertamaku menggiringku pada opini cinta terakhirku.
Fakta menjadikanku mengerti arti rusukku yg telah kembali.
Novel hidup telah aku lukis pada kanfas bersama wanita akhir Zamanku.
Dunia kan kujadikan cerpen aku dengan rusukku.

Wanitaku...
Telah aku sempurnakan cinta bersamamu.
Kan kemudikan sampan kecil kita hingga menuju bahtera yang hakikih.
Romeo dan juliet telah menutup cinta.
Tapi cintaku dan dirimu laksamana cinta Adam dan Hawa.

Wanitaku jika kelak badai menerjang.
Genggamlah gemariku, untuk melangkah agar kita mengerti arti badai dalam cinta.
Wanitaku, kesucian hati yang akan meredahkan badai.
Wanitaku diakhir Zamanku.

Jumat, 07 September 2018

EMBUN MALAM

Telah nampak embun diseroja malam.
Dikaki senyum meratapi nestapa yang terkurung dalam detak jantung.
Engkau membisu dengan sejuta tanya.
Yang menjadikan embun malam mencekam.

Tawa dikala fajar, engkau titipkan embun dipipi ayu mu.
Menggoreskan sejuta tanya untuk kebisingan malam.
Wahai yang terkubur?
Nampaklah engkau untuk menjawab sejuta tanya yang menyayat cinta.

Embun malah.
Engkau menyayat cinta dalam jelajah cinta diabad etalase waktu.
Engkau mengubur senyumku untuk esok.
Engkau patahkan bilah panah bersama tetesan embun yang engkau ceritakan.

Bila engkau membisu dengan sejuta syair tanya?
Maka biarkan aku menjawab dengan sejuta diam.
Bila engkau menjawab, sungguh rasa ingin tahuku telah patah bersama angin malam.
Mata sang sastrawan gila.

Sabtu, 07 Juli 2018

SEBONGKAHAN



Gemuruh embun menggelinding dipipi manja.
Sepoi-sepoi mencabik belulang dengan senja.
Bisik bulan pada bintang mengangah ditelinga dalam goresan hampa.
Bongkahan rapuh menyusun bait sang mantra.

Jeritan nyanyian malam membakar indra.
Jelatah menggiring bumi mengarah jurang.
Jiwaku ternodai sajak bertumpuk ilusi.
Gelimang raga mengobrak abrik sang risau pada bongkahan malam.

Hum ham hum ham
Mantraku tak seindah tarung dalam taring.
Dimana?
Aku terkubur tanya.
Aku dibalut kain merah muda.
Ajal bukan waktuku, juga bukan untukmu.

Sampai masa, kita kan bangit bersama debu yang bersershkan.
Sampai engkau berkata, kita sama terbawa angin rindu

Sabtu, 10 Februari 2018

INTUISI


Pada angin yang bernari
aku ingin mengajakmu berdansa pada melodi yang tak sempat aku ceritakan
pada senja yang menawan
aku ingi elukiskan indah yang tak sempat aku lukis padamu
pada mentari yang memudar
aku ingin engkau mendengar tentang cahaya yang tak sempat engkau lihat

ini bukan aku, tapi sepengal arah yang tak bisa engkau raih sendiri.
ini bukan intuisi yang menggerogoti malamku, tapi rasa yang tak sempat malam sampaikan pada pagi
ini bukan mimpi yang hilang dikala engkau terbangun dia sirna
tapi ini nyata tentang intuisi yang tak sempat bintang pampaikan pada sang rembulan

ahh...
kamu lagi...
engkau terbayang menemaniku
engkau bukan bayangan
engkau juga bukan cahaya
tapi engkau nyata dengan cinta

ahh...
lantan siapa yang berteduh dibalik cahaya?
ahh...
bukan, dia bukan cahaya
dia cinta pada yang tak sempat bersnar

gumam rindu
ahh bukan
gumam cinta
ahh itu juga buukan
tapi itu tasa yang mengalahkan semua tentang yang yang tak sempat bait menjadi syair

gelombang, bukan itu hanya dentung yang tak bisa engkau lihat
mendung, bukan tapi itu waktu yang tak berhenti.
kambing. bukang itu hanyalah senandung penghias rasa
hujan, bukan itu airmata bahagia

lantas bagaimana aku mengartikan
dia bukan ituisi, tapi sepenggal perjalanan.............................

Minggu, 17 Desember 2017

Bait Malam


Pada cinta, sesampai aku termanggu pada kebodohan ilusi malam
Pada cinta, aku bertahtahkan bunga teratai terabaikan ruang
Pada cinta, sesudah malam, masihka aku bisa temani gemari tanganmu
Pada malam, aku disini bersama bintang entah sunyi dalam keramaian
Pada malam, masihka bisa aku memeluk bulan?
Pada malam, masihkah aku bisa bercermin pada gelapmu?
Pada malam, disini, yahh disini aku menunggu pagi.
Pada bintang, masihkah engkau berkilau diantara bintang kejora?
Pada bintang, masihka engkau menyanyikan lirik tentang aku?
Pada bintang, masihkah kita bersama menyambut sang fajar?
Pada bintang, aku terpukau pada sinarmu yg redup, dan masihkah kau berpikir aku adalah aku yg sempat engkau sebut dalam doamu?
Pada bulan, masihkah enggan engkau berkulau dalam sendirimu?
Pada bulan, kilaumu menyayat mataku untuk memujamu.
Pada bulan, sendirimu menceritakan tentang arti menunggu engkau tersadar dalam cahayamu
Pada bulan, aku dan dirimu sama menerawang yg tak sempat kita langkah melihatnya.
Berjuta rasa dalam masa memasungku untuk mencintai
Bejuta belati menyatukan sayatan yg sempat terbelah
Aku telah merajut waktu yg tak aku pungkiru tak bisa aku ciptakan.
Sesampainya engkau tau aku munkin mengisi ruang yg tak sadar kau melihatnya.
Bermasa aku terngiang sajian sesepuh tentangmu
Yah
Itu tentangmu yang tak sempat engkau tau arti cintaku.
Aku melukis kata bukan untuk mengubahmu
Aku merangkai agar kau pernah tau ada cinta yg terlintas antara cinta dan rindu yg terbungkam.
Bila waktunya engkau tau, sempatkah engkau bercerita arti diriku
Jika engkau tak sempat tahu, biarkan kain merah muda terkubur dalam jiwa
Nestapa bait malam yg sunyi

Sang pelukis hidup


Hey...
Kamu
Bukan.
Kamu..
Iya kamu
Sempatkah waktu untuk mendengarkan lukisanku?
Atau sudikah engkau memegang kuas untk melukis hidup denganku?
Ya..
Jika tak sempat, inginku dikau mendengarka n sepintah patahan yg menyatu.
Atau sempatkah ingin melihat lukisanku?
Jika hidup, inginkah menemani dikala sujudku?
Maukah engkau berbagi popok dikala malam yg tak sempat membenam dalam ingat?
Ijinkan dikala lelah berbagi cerita melepas penak dunia.
Sudihkah menggenggam jari dikala terjatuh?
Atau memegang kuas bersama untuk melukid dunia?
Yah..
Aku tak sesempat seperti yg lain mengenalmu.
Aku tak sesempat lelaki lain yang menjumpai sanakmu
Jika katamu ya, ku ingin lukis yang tak sempat lelaki lain menggambarkanya.
Jika nda, biarkan aku melukis hidupmu dalam misteri kuasku.
Yah...
Lukisku tak berwarna.
Rasanya engkau yang mewarnai kanfasku.
Aku memang menyajikan warna, tapi tak seindah warna pelangi kulukis untukmu.
Arah goresanku menunjukmu, tak memilihmu tapi meyakinimu.
Yah...
Engkau yg sudi mendengar kuas ku.
Entah engkau membentangkan kanfasnya.
Tapi aku mengutarakan imaji kuasku.
Bukan untuk membebanimu, tapi agar kau terlepas pada pilihan.
Jika kuasku patah, cerita itu tak seindah pelangi.
Jika dikau membentangkan kanfas, genggamlah jemariku untuk melukis hidup.
Ilusi Malam sastrawan gila terabaikan waktu

GUNUNG SANOLO BERNYANYI


Sebagai riwayat yg pernah menyinta.
Gemuruh indah nyawa sang lirih.
Sajak bergumam akan indahmu
Terurai rambut gersangmu penuh warna

Bait-bait menjulang baris kata akan warnamu.
Seindah apa yg tak bisa sajakku yg berbait penuh lirik.
Kemana kataku sejak aku melihatmu?
Keangkuhanku tak membuatku sempat melirikmu?


Bah kaca melihat tanganmu terurai merangkul jari imajiku akanmu.
Bangkai malam ternoda menggiringku pada kata-kata alam.
Indah rupamu mengisyaraktkan "nikmat apa yg kau ingkari"?
Indahmu gunung "NTANDA LEWA"

TENTANG DEEP LEARNING (IGI KAB. BIMA)

  "Deep Learning" atau Pembelajaran Mendalam dalam konteks pendidikan melibatkan pendekatan yang mendalam dan bermakna terhadap ...