Kamis, 28 April 2016

JODOH

jodoh
mengintari poros pada titik temu.
menguak tabir misteri.
Sempoyong, tertatih pada ilahi.
kelak temu jawaban.

jodoh
merambah insani menghapus pilu.
tak merampas, tapi wajibmu.
tak menjual juga tak membeli.
itu wajibmu kala Rasul dulu.

jodoh
terbang mengintari, tampa setau sarangmu.
tajam jiwa menitik bunga.
entah tumbuh, bila tak layu.
mengorok doa dibalik sepih.

jodoh
mencari di sela-sela waktu.
mengejar ditengah ramai.
menanti ingin yang dirangkai.
merapat menuju akhir.

jodoh
bila titah berkumandang, jangan risau.
bila tanggungmu kau pikul, melangkahlah bersama.
bila ruangmu retak, rajuklah.
bila jodoh itu ada, sang tangan besi tak akan mampu patahkan itu.

Kamis, 14 April 2016

REFORMASI KE 2

begitu membakar ilusi.
mengurungku di pijakan bumi
negeri membisu penuh nista
reformasi tak bertaring
disini kita bergumam
entah sangkakala sama.
jeritan itu terlewat dalam gowa berlumutan
sampai bertitah untuk tangan besi
kita bersandiwara untuk negeri
disini penuh kumbang jelatah.
di usir ditanah moyangnya
tanah pertiwi kini menjadi lautan air mata
tanah air mata.
mata tanahku.
surga di ujung neraka
bumi bersurga neraka
yah...
gumamku kan menusuk jantungmu
tanganmu kan mencekraman nadimu
kakiku kan getarkan bumi
wahai yang reformasi
aku tunggu gonggonganmu.
aku menanti matamu yang mengintai
jangan biarkan taringmu rontok di ujung senja
jika kau setanganku, kepakkanlah
jika engkau selangkahku, kejalah
jika kita sama bermimpi, satukan tekad
reformasi kedua kita kumandangkan
tanah kita hidup kita
air kita adalah kehidupan
udarah kita adalah nyawa
api kita adalah semangat
bangkitlah, bangkitlah, bangkitlah

Jumat, 08 April 2016

sajak berdasi



bercerita mimpi
mendongengkan kehidupan
merencana kursi panas
hanya buaian belakang

sesampai waktu pada tekad
dimana dongeng itu
hanya tinggal seonggok mimpi para jelata
seandainya bisa hidup lebih lama

menuhankan jabah
merintih, menggumam sang kursi jabatan
sampai kapan engkau menjual kata
sampai guah berbusa engkau bercerita

seandai aku satu-satu pemilih
tak akan aku pilih penjarah jabatan
aku akan memilih sang bapak bernegeri
bukan sang bapak pencabik negeri

Senin, 28 Maret 2016

JALAN WAKTU


sewaktu itu ruang terhimpun bisu
dimana kata-kata itu
sejak-sajak cinta teruntai
membukam pilu
apa kata yang terngiang?
masihkah aku terngiang?
aungan misteri sangkakala cinta
meronggrong, mencabik nadi
seperti waktu merindukan hari
seperti malam merindukan mentari
tak seperti bulan ditemani bintang
tak seperti sepasang sandal
jika kelak waktu berpihak.
masikah cinta berpihak?
jika waktu terhenti.
masihkah ada waktu untuk aku bersajak?

Jumat, 25 Maret 2016

SENYUM TAK TERLIHAT

ku mengandai dalm lamunan,
kutak berharap pagi menyapa
kau wanita yang jarang senyum
kau bagian ilusi malamku
rangkaian ilusi, angkuh karna kencantikan
bingkai cerita malam segelas kopi dan sebatang rokok
ceritakan kisah wanita tak bersenyum
rangkaian tanya, begitu indah
sepah terjang malam pelipulara
senggok jagung tergantung dalam atap mimpi
akankah tumbuh bersama waktu
bersama misteri senyummu
jika kelak engkau tersenyum
akankah menjadi petanda?
entah pisah dan bertemu.
sag pemilik indah menuntun dalam coretan malam
sajakku tak bertaring
kataku tak lagi bertuah
tubuhku tak lagi hidup
misteri wanita tak bersenyum

TELAGA WAKTU

sama waktu
terangkai bukan menyusut
melingkar bukanlah cincin tapi ikatan
terikat bukanlah menyambung
sesadar dalam waktu
arwah gelumuti alam
entah terabaikan
simponi malam bertuah
kemana jejak itu melangkah
seonggok mimpi terangkai berapi-api.
tersudut dimalam yang sunyi
cinta bertepi di seja kala itu
sesampai disana.
bila aku tak sampai pada dermaga
biarkan cinta yang kabarkan rindu pada angin.
bila angin tak mampu menampung beban, biarlah sunyi yg kabarkan ditelaga waktu

Jumat, 22 Januari 2016

Tak Arti


kadang mengartikan yg bukan arti, miris insani
kadang sinonim peroleh arti bukan sebenarnya, tak benar
kadang acuh, menaggungkan sinis
bila kadang dalam hidup tak di artikan arti
sampai mana mengartikan hidup
bila kata-kata tak ujung, biarkan masa yang artikan kata-kata
bila sesampai terjadi, sang agung tak akan mengelak pada takdir
satu yang sesampai hari, biarkan mulut menganga bisu
tak diarti, lebih arti dunia semu
sesampai mana?
jika sampai waktu.
biarkan ku berlari untuk artikan hidup
artikan yg engkau abaikan

Minggu, 22 November 2015

sajak cinta



Pada jalan yang lalu jejak masih terlukis.
terkikis pada tetesan cakrawala.
cakrawala tak berpihak pada waktuku.
waktuku telah drampas endapan waktu
waktu berbuih miris kelabuh
kelabuh melambai mengosongkan ingatan
ingatanku masih pada titik terendah
terendah dalam balutan rindu
rindu mengukus kenangan
kenangan suka duka bersama cinta
cinta yang sebenarnya menikamku
menikamku bertubi-tubi hingga tak bernapas
bernapas kan usai, jika aku tiada
tiada duga sangka, menerawang peti mati
mati bersama rindu
rindu bertuah

bangkitlah



perjalanan waktuku usai
janjikutak mengurungku dalam sangakar cinta
malam itu, awal aku hidup
bercerita untuk aku yg akan datang

ribuan waktu terlewati
tampa kisah
kini enggan aku berpaling pada kisahku nanti
elang mampu kepakkan sayapx
hinggap di dermaga

lukisan lalu dan sekarang kan jahu berbeda
ku sisipkan kisahku dalam langkah
takan ku abaikan waktu bersama cinta
sesampai raga terpisah ruh

jika janji yang menyiksaku.
maka jajiku kan bahagiakanku
jika misteri menguruku
maka misteri telah terpecahkan

bangkitlah
bangkitlah
bangkitlah bersama cinta
sampai esok tetap bercerita

Selasa, 17 November 2015

SAIR TERLUNTAH



di kian malam kian kisah
pada sapa pristiwa berlabuh
ranah waktu tak berpihak
kelak dalam misteri cinta

surau kenangan lalu
ambisi penyair waktu
siapa pemilik hati
terbungkus kafan merah mudah

hum ham him
gumam memecah cakrawala
seberang arah aku tercermin dalam pudar
musafir meramang dalam kemalangan
tertidur pulas dalam duka

suhadah waktu
aku menantangmu untuk cinta
sampai engkau menyerah
kau katakan, Akulah pemilik waktu

Senin, 12 Oktober 2015

Pembanding Cinta



tak bisa sempurna yg di harap
tp kupastikan air mata tak akan menetes
tak bisa menjaga ragamu
tapi, kupastikan engkau tetap terjaga tiap langkahmu
tak bisa menjadi rembulanmu
tapi, ku pastikan engkau tak akan pernah redup dihatiku
tak bisa menjadi yang engkau harapkan
tapi, kupastikan mimpimu kan tercapai
tak bisa mencintaiku
kupastikan engkau tetap ada untuk berlabuh
tak bisa melihatmu
tapi, kupastika sitiap hembusa adalah dirimu

Minggu, 11 Oktober 2015

mengandai-andai

jika kelah waktu hadir
biarkan waktu tak menoleh lagi
jika saatnya
kugenggam jemarimu laagi
jika malam menyapa
pena ku kan menulis cahaya untukmu
jika tak berbintang
cahaya hpmu kan bersinar temanimu
jika ku bukalnlah yg terbaik
jagan pernah ragu melupakan
jika aku yang terbaik
jangan biarkan ku seorang diri
jika pagi menyapa
jangan biarkan gelap biarkan berlarut
jika dan jika
jagan biarkan anganmu risau dengan coretan ini

Kamis, 17 September 2015

Kilauan yang Pudar



tumpuan menumpuk berapi-api
semua karna kata
ku genggam jantung yang terpotong rasa
berharap sembuh

mengapa waktu menyatat begitu dalam
bungaku layu terterpa angin
sungguh dia melawan putaran jam
tangan merangkul di balik dimensi

sejoli terselubung mewah
bertuah dalam gemari
pertiwi pandangi di sisi etalase
pandangan kosong yang tergambar

arwah bergerumuh memburu kata
kemana sekarang berpijak
belahan bumi yg mana pertemukan
entah sesal dan rindu

Jumat, 11 September 2015

Penikam pemimpin



raga tercabik tertusuk jutaan jarum
jantung nadi tersayat ribuan pedang
sang jagad terpotong pendengarannya
mengapa menikam bertubi-tubi

engkau kibarkan benderah berdarah
beredar isu-isu penerkam
mereka berada dihadapan, gerogoti bangsa
sang buta memimpin sang lihai

yah mereka yang engkau anggap anak
dia yang engkau anggap bapak.
menikam di belakang demi kertas
duduk berhelai lihai demi kata sang aku untuk kau

mengapa menikam bertubi-tubi
keringat tak lagi berkucuran
permata menetes, alihkan keringat
dimana akan berhenti

aku akan menikammu kembali
sampai engkau berhenti menyakiti
aku akan memburumu
sampai engkau tak mampu melangkah. lg

Jumat, 04 September 2015

Berpolitik?


269 direbutkan 134,5 pemimpi
memburu tabib penyelamat mimpi
dipermainkan tabib,
hingga terjatuh, terbangu demi secuil kertas menuju panggung
sang tabib berbusung dada
bukan mereka sebenar penentu nasib
tapi sang masa nan hari memilih
untuk apa tabib sebagai penggerak roda menjual kursi?
mereka di grogoti, entah mereka yang menggerogoti.
berjalan, menunggak, arakan demi simpati hati.
laut masa tersenyum lebar uang raib
tetes masa, kepala bergerak uang raib
tak cukup api dan air padamkan gengsi ambisi
angin mulai gemilangkan mereka
demi kata timbal balikmu aku tunggu
ironi politik jabatan

Senin, 31 Agustus 2015

Tak pasti


sebenarnya mata tak melihat
walaupun hening mencekam
meskipun tak bertuah
kemungkinan berambisi
tergantung dalam bukit prahara
musafir tanpa kompas
pujangga tanpa kata
sang guru tanmpa tinta
pelbagai riuh menusuk
embuh tak menetes
intan bercucuran
emas tak berharga lagi
jika hidup dengan cinta
masih mati
mengapa mengahiri hidup karna cinta
entah membisu

Jumat, 07 Agustus 2015

INI KISAHKU


kisah itu terjalin bukan melintang
kisah itu dirangkai bersama bukan angan
kisah itu terjaga hingga waktu tak berpihak
kisah itu ingin ku katakan
waktu tak berpihak karna kata
jelaskan pada waktu yg tak mau mendengar
menyanyi bukanlah balada
seuntai harapan jiwa
jika kelak dia bersama waktu
katakan dia bersama hati
bukanlah bersama mimpi
bukanlah angan
jika cinta ada kesetiaan itu tak ada yg terungkap
hanyalah tetesan mata
jika kelak adalah dahaga cinta
akan hadir bersama mimpi malammu

TERPENDAM


pada kala waktu yang melintang
terbaring terbungkus kaku
bukan tertidur bukanlah mati
memakai impian tak berterpah
semua malam yang sama dalam bungkusan
entah apa aku cari
bukan harta, bukan jabatan bukan sang sejoli
tetapi kekosongan yang terselubung
merambah dalam mimpi
apakah malam pada yang lalu
tetap terbungkus pepesan
dimana alam raya yang memanggil
sang pemilik cinta enggan bersuah
sang pemilik maut enggan menyapa
sang pemilik rejeki enggan mendekati
aku terbungkus kaku dalam nestapah
bila waktu yang ditempuh berputar
adakah aku yang menjadi mimpimu
aku disini terbungkus kaku
entah kejahuan engkau rasa

Minggu, 02 Agustus 2015

Cinta


sesuda akhir menimpa malam
mengapa mimpi terlupakan
sang sejoli terselubung mewah
dibalik etalase memandang sinis
kepada sang pencerah menerima seserah
kepada sapa akan berlabu
nunsa embun yang pudar
bercahaya dibalik kemilau
kepada sang ingkrar berhembusan
adakah yang bernaung dibalik cahaya
pencarian menapaki batasa
simponi kelelahan
wahau sang penerima
aku mencari tetes hidup untuk hidup
arwah menuju persegi
tak menemukan
sang pemilik jodoh enggan menyapa
terdiam dalam kebisingan doa
jika kelak Engkau terakhir aku berlabuh
biarkalah kumenemukan tabahan terakhir

Minggu, 19 Juli 2015

TENTANG CINTA




dua sejoli bermadu cinta
cinta sejati katanya
milik berdua
tak memisahkan

cinta itu nafsu
berdusta jika engkau berkata cinta itu sejati
berdusta bila itu engkau katakan cinta yang abadi
berdusta andaikan engkau bilang dunia milik berdua

tak di sadari pada pandangan pertama
engkau melihat lawan jenismu menarik
entah dari kecantikan/kegantengan, kemolekan/wibawah atau karna kekaguman
yg sebenarnya nafsu

jika melihat kecantikan atau kegantengan pasangan
rasa gairah ingin memiliki
jika melihat kemolekan atau kewibawahan
rasa ingin menjamah
jika melihat pribadinya
ingin bersama dan mengikatnya?

tidakkah sadar itu awal bercumbu
tidahkah sadar itu awal keburaman
tidakkah sadar itu awal disakiti
tidakah sadar itu awal engkau dicampakan

mereka bilang engkaulah cintaku dunia dan akhirat
tak disadari engkau terjerumus
cinta dunia akhirat hanyalah utuk cinta
istri kepada suaminya, suami kepada istrinya

cinta suami dan istri adalah cinta dunia dan akhirat
mereka memadukasih untuk dunia dan akhiratnya
untuk cinta yang menghindarkan panah durjanah

jika kelak tersadar dalam mimpi
bangunlah untuk membangun mahligai cinta dunia dan akhiratmu
jangan biarkan engkau terperangkap dalam dunia ilusi

TENTANG DEEP LEARNING (IGI KAB. BIMA)

  "Deep Learning" atau Pembelajaran Mendalam dalam konteks pendidikan melibatkan pendekatan yang mendalam dan bermakna terhadap ...