Sabtu, 17 Januari 2015

RASA CINTA

pada yang merindu
pada yang mencengang
pada yang mencinta
pada yang terurai

jalan kisah pada malam
jalan kisah pada tetesan embun,
berlari melingkari waktu
menunggu cinta yang mencintai cinta
aku disini seperti cinta yang aku rindukan

malam berbintang aku tak terang
aku ingin terang seperti aku kenal dikau
aku mengenal cinta yang mencinta
aku merindu yang merindu
tapi tak ku temukan merindu

di ujung gedung ku berpijak
keramaian tak buatku ramai
tengah cinta tak buatku mencintai
tengah merindu buatku tersisih

ujung aspal melangkah
tak kutemukan ujung cinta
akankah cinta berujung padamu?
jika iya, rangkullah cinta dalam penatian rindu

Jumat, 16 Januari 2015

waktu

jalan mengintari waktu
waktu tak temukan
jua hangat dalam rintih
rindu dalam kasih

misiku mencintai
rinduku memiliki
langkahku bersama waktu
aku disini bersama cinta

laluan lintas waktu
berharap temukan titik cinta
cinta yang berjarak
hidup untuk cinta untuk cinta

kemunduran waktu, entah
kemajuan waktu, entah
aku masih berjalan melingkari bumi
mencari waktu yang aku cari

semua aku bersama mimpi
semua cinta yang mencintai
semu di balik senja
seuntai kata yang tak terkata

bilur watktu memutak kincir dunia
aku masih menjadi malam yang tak bermalam
aku menjadi umpan mimpi
semua tertelan waktu

jika cinta adalah waktu
aku akan menunggu waktu
sampai aku temukan cinta pada waktu
sampai waktu yang mengahiri hidup

Negeriku Mencundang



membludak akar yg mati
sekral mahkamah hidup
mencundangi bangsa demi properti dunia
etalase mewah

sekonyong wongcilik mengemah di kolom masa
janjikan mati bersma pertiwi
dibalik raja-raja dunia
mimpi akan hidup

dimana kos-kos dunia
membludak bah air rawatkan tangis
seuntai nandu rindu trsenyum
semalam tak berani bermimpi

negeri mencundang dalam tangan besi
kepakkan sayap memangsa,lemah.
tak dihiraukan tanah airmata
bajiri tanahmu

semua bersandawa
dibalik parfum mewah selangkangmu
tebarkan acuh di negerimu
kau bukanlah pilihan yg jadikan negeri ini kau cundangi

Senin, 12 Januari 2015

waktu untuk cinta

 
jejak ku tak terlihat
tak di pahami penentian
menunggu bertahun2 hingga bisa menggengam erat tanganmu
jangan engkau hitung waktu
aku tahu persis waktu dalam penantianku
entah kan dikau tahu
akankan dikau pahami arti menanti

bertahun2 aku disini tersiksa dalm lorong cinta yang kita buat,
entah malaikat mendengar?
sekalipun arwah melayang
aku masih disini bersama waktu yang aku nanti
aku bersama bilur rindu
aku basih bersama teka-teki cinta yang aku jalin

seorang sastrawan gila menggumam dalam waktu
entah waktu mendengar. diabaikan
aku berjalan bersama lorong cinta
hinggap di berbagai bilik cinta
tapi aku tak temukan cinta sepertimu,
jika esok telah kembali
aku ingin memelukmu
seperti pelukan cinta bayangan

Jumat, 05 Desember 2014

kata sang guru



pada malam tak merasa malam
pada embun seperti hujan
pada cahaya tak mentari
berguyuh gurau dalam pantauan k13
semena2 angkara nestap

entah dunia pendidik dan mendidik
tiap kata berkanti kata
entah apa yang dicari
sang guru di ragukan

entah mengapa pada guru kembali
mencari titik emas di kepala pembaharu
dimana kami mencari?
kami diragukan

kami guru bukan menggurui
bukankah kamilah ujungnya
apapum kurikulumnya
kami tetap bermimpi siswa kami adalah presiden

jagan biarkan kami terkoyah dalam politik pendidikan
bebaskan kami dari ancaman
biarkan kami tetap menjadi guru untuk anak didik kami

MENANTI WAKTU


tak akan aku biarkan engkau tak terjaga
jaga ku bersama nubarimu
taplah melangkah 

aku tap melihatmu dari kejaauhan 
jangan biarman mantra perih memupukmu
aku disini berterbangan menunggu waktu
waktu yang aku janjikan

jangan engkau bersunyi
aku mengintari malam tak bersamamu
tapi hati bersamamu
dari hati terdalam yang mendalam 
masih namamu yang terukir 

biarkan engkau mencalaku dalam waktu 
tapi aku bersama cinta yang tiap kali engkau cela 
sadar menyakiti lebih sadar aku mencintaimu 

jika esok aku tak kembali
tetaplah menunggu di dermaga cinta
karna aku tetap kembali membawa cinta
bersama bayangngmu aku lewati waktu

Jumat, 07 November 2014

damai

keangkuhan dunia entah
rangkaian kisah
dua rangkaian cinta
aku menunggu lawatan sang mentari

seindah kata damai
menuliskan tinta di atas pelangi
memupuk bunga dalam cinta
sesama tak memuak rahmat

kata itu telah terkatakan
entah kata itu menjadi makna
damai akan hidup
tak sepadan hidup

jika kelak mentari masih bersinar
berharap tak ada senja
aku masih ingin hidup seabad lagi
untuk mencintai cinta

Jumat, 31 Oktober 2014

KEMBALI

dimana menanti kelak mimpi
adakah mimpi disama arti
adakah mimpi sisi lain
aku tak menghiraukan malam

cinta laksamana rembulan pudar dalam cahaya
adakah rangkaian cerita
aku sang sengkerta mimpi
sampai pada cinta

aku seperti malam yang sunyi
aku sebagai yang tak kau kenang
aku seperti malam seperti mimpi

Kamis, 09 Oktober 2014

DRAMA TEATRIKAL


NAMPAK TANPA BATAS MIMPI

Pembacaan narator atau puisi pengiring kisah “ NAMPAK TANPA BATAS MIMPI ”.
  Adegan 1.
  Pemain 1 :     ( Dia berjalan mengelilingi panggung dengan pakaian yang compang-camping tak         karuan, dibenaknya penuh mimpi, jiwanya penuh harapan, dia tersandung batu dan terjatuh, seraya berkata ) “Allahu Akbar, ya Allah inikah nasibku? Inikah takdirku? Adakah mimpimu untukku? ( Terdengar suara yang begitu asing yang tak pernah ia dengar, suara yang membuat bulu kuduknya merinding ).
  Pencerah  :      “Wahai sang terluntah, jangan biarkan jiwamu terjatuh, jangan biarkan nasibmu menjauh.Biarkan mimpimu menuntunmu melangkah melewati cakrawala.
  Pemain 1 :     ( Dia tetap mencari sumber suara yang menasehatinya, hingga ia tak menemukan). Siapakah gerangan itu?(sambil melihat, bertanya pada penonton). Dimanakah suara itu? (hingga ia terhenti dalam putaran waktu ).
Hening beberapa detik.

 Adegan II
            Berjalan dua pemuda pemudi yang dilanda asmara, hingga mereka menuju bangku di depan taman.
  Pemeran 2 :   ( Dia memegang tangan wanita itu dan berkata ) “tiada hal terindah ketika aku melihat matamu, tiada perjuangan terindah tanpa aku melangkah denganmu, kita arungi cinta bersama waktu. Semua terindah adalah dirimu.
  Pemeran 3 :   ( Dengan senyum tersipu malu-malu gadis tersebut, karna mendengar rayuan maut sang kekasih ) iiiiya kak, akupun begitu kak...?
  Pemeran 2 :   Iya dinda.
  Pemeran 3 :   Yuk kita bolos, malas sekolah terus, belajarnya itu-itu aja, malas jadinya.
  Pemeran 2 :    Iya dinda, apapun itu asalkan bersama dinda kita lewati pak satpam. (Lelaki itu bangun diluan dan sang perempuan masih duduk, terdengarlah sebuah bisikan                                                    yang meremukan jiwa dan raga).
  Pencerah :      Wahai yang memadu cinta, tiadakah yang terindah ilmu yang kau jadikan bekal kelak? Tidakkah engkau tahu  perjuangan orangtuamu yang mengarungi lautan mentari untuk memanusiakanmu? Tidakkah inginmu, membuat orangtuamu tersenyum haru atas keberhasilanmu?  Adakah mimpimu kelak selain mimpimu saat ini?

Pemeran 2&3 : ( Mereka melihat, mencari-cari sumber suara yang meruntuhkan, meremukkan kata-kata cinta ) “Siapakah engkau? Dimanakah engkau, muncullah dihadapan kami.” (Merakapun menjadi patung, laki-laki berdiri dan perempuan duduk).’

 Adegan III
  Pemainm 4 :  ( Berjalan sang guru muda sambil menenteng buku dan pulpennya, dia berjalan memutari panggung sambil berpikir ). Huff.....yang mana yang harus aku dahulukan,pergi ngajar apa pergi pesta? Pusing......!!! Kalau pergi ngajar ketemu sama siswa yang nakal-nakal dengan capek menerangkan. Kalau pergi pesta, aku bisa bergaya, bisa pakai bedak,lipstik hehehe...sekalian sempat dapat jodoh di sana.Hmmmm yang mana yah........!!! ( Terdengarlah sebuah bisikan yang meremukan jiwa dan raga).
  Pencerah :      Wahai manusia yang memanusiakan manusia. Tidakkah kamu ingat sumpahmu? Tidakkah kamu ingat kewajibanmu? Tidakkah tenang hatimu anak didikmu berhasil? Senangkah hatimu anak didikmu menjadi sampah masyarakat? Buatkah hatimu senang, kau berlenggak lenggok sedangkan siswamu berantam? Dimanakah kewajiban yang kau emban itu?
  Pemeran 4 :   (Dia menutup telinganya dan berteriak ). Siapakah engkau,kenapa ganggu kesenanganku, dimanakah engkau? ( Iapun barada dalam pusaran waktu antara dua dunia yang dia jalani, diapun terhenti bagai patung yang tak bertuah ).

  Adegan IV
     ( Berjalan seorang wanita yang begitu cantik dengan kelompoknya, dia berjalan berlenggak    lenggok bersama teman-temannya ).
  Pemeran 5 :   Oh  MJ hellouuuu.....
  Geng         :   Hellouuuuu...
  Pemeran 5 :   Aku, Fida, Fitri, Fifi yang tercantik di MTs ini, tak ada laki-laki yang tidak terkesima dangan kecantikan kita.
  Geng         :   Hellouuu....pastinya......!!!
  Pemeran 5 :   Btw,kita ke Bolly yuk, nggak usah sekolah bikin pusing aja, dari pada pusing mending happy.


  Geng         :   Oke guys, yuuuukkkk.  ( Terdengarlah sebuah bisikan yang meremukan jiwa dan raga).
 Pencerah  :     Wahai yang mengagumkan kecantikan. Wahai yang mengagumkan kemolekan.  Wahai yang tak bermimpi, sampai kapan kalian akan diperbudak dan dipandang rendah kecantikan, hingga melupakan tujuanmu. Jadilah yang bersyukur. Jadilah yang dihargai karena hati.
  The Geng :    Siapakah itu? Apa yang dia sampaikan? Apa yang dia beritahukan? Kenapa dia   buat kami bimbang........? ( Suara terbentang dan hening, Iapun dan teman-temannya terhenti menjadi patung ).
 Narator akhir : Pembaca kesimpulan ( puisi ), setelah selesai membungkuk layaknya bayi yang  barada dalam kandungan dan terlahir kembali dan bangun.
        Semua pemeran terbangun dan bergerak serta berjalan mrnghampiri satu sama lainnya dan memegang tangan sambil berkata : Nampak tampak mimpi yang terlupakan, kini menjadi kenyataan.

                                                                                                                        Wasalam
                 
                                                                                                                Muhammad Ayas Erik  













NAMPAK TANPA BATAS MIMPI

Alam begitu cerah
Nampak kerusakan di atas daratan
Yang berpikir tak berpikir
Yang berjiwa tak berjiwa
Yang beraga tak beraga
Yah.......mmimpi?

Semua ceritaka mimpi, entah sesaat
Mereka berpikir laksamana dunia
Mereka berjiwa tak berwibawa
Mereka beraga tak melangkah
Tertipu dunia yang akan menginjak dunia

Aku berpikir, dalam kekosongan
Aku melangkah dalam ketiadaan langkah
Semua nampak semu
                                                Semua nampak palsu penuh mistis

Jajaran mimpi remukan ingatan
Sang laskar tak lagi bertaring
Semua berpikir tentang dunia yang akan menenggelamkannya
Tak menghiraukan mimpi dan tujuan

Jika kelak kau tersadar
Bawalah mimpi bersama langkah
Bawalah harapan dalam putaran dunia
Agar kau menjadi manusia

Karya : Abim Saputra





NAMPAK TANPA BATAS MIMPI

Hahahaha......
Aku tersandung lorong waktu
Aku natap bintang tak bersinar
Mentaripun sembunyi dalam cangkangnya
Haus akan mimpi

Sebelah mimpi terpotong rasa
Tak lagi ada mimpi di balik mimpi
Tak menanti di balik terbit
Tak menunggu di balik senja
Mimpi bah kaca terhempas
Telah tabuh dalam kabah mimpi

Keretakan di atas daratan
Jangan biarkan menganga
Biarkan kita berpegangan tangan
Mari kita menuju bintang

Wahai sang pemilik mimpi
Melangkah menuju titik cahaya
Genggamlah cahayamu
Cahayamu menuntunmu gapai mimpimu

Bila kita tergabung dalam lorong waktu
Biarkan diri terlahir kembali
Biarkan diri menjadi kapas mimpi
Jangan biarkan sinarmu pudar
Kejarlah mimpi dan anganmu
Ingatlah mantramu “ Nampak Tanpa Batas Mimpi “


Karya : Eriansyah, S. Pd

cinta

nilailah cinta dengan cinta
sesama

kita berjalan mengarungi hari
kita tak memperhatikan hari
hingga hari menninggalkan waktu
semua sama dalam hari yang penuh warna

semua berpikir hari menjadi makna
tapi kita tak sadari semua akan terlampaui
sadarlah akan waktu yang berharga

Senin, 06 Oktober 2014

SIKLUS CINTA

semari pemintalan waktu dunia
terjebak dlm musikal dunia walau mati
ini bukanlah sembari cakrawala
ini semua janji mati
lampaui asa dalam kemakruan jiwa

entah aku adalah aku
jadikan aku semakin dia
dalam siklus dunia 
aku jadilkah mlm yg abadi demi seuntai mimpi

BINTANG-BINTANG JALANG

BINATANG-BINATANG JALANG


binatang-binatang jalang

meneriaki hidup.

hidup yang sekedar simbol-simbol penderitaan.

lentera terbakar panasnya pikiran para pemikir kehancuran dunia.

menggantungkan nespata air mata derita.

simbol hanyalah keagungan penghancur masa.



adaka setetes embun kehidupan

untuk menapaki lentera ketakberdayaan logika.

bangunan-bangunan kuno,

kini tinggalah tatapan kosong diselimuti kesengsaraan jiwa.

yanyian-nyayian derita dilantunkan

menyimbolkan ketakberpihakan akan sebuah kebenaran sejati.



api, kini membumihanguskan harapan.

harapan kini tinggal puing-puing tak berharga.

pemulungpun tak menginginkanya...

sejarah berganti masa

namun derita abadi dalam sanubari nyanyian mulut yang berlumut.



kursi-kursi di agungkan kekuasaan

perampok hak-hak bergelimang di kaki-kaki kebenaran.

kini keman?

tak kemana!

tinggalah hak tercabik ketakberdayaan hidup.



kini dunia kita tak pahami.

kita mesti bertanya pada siapa?

tak ada jawaban!!

ruh-ruh bergentayangan menunggu pertanyaan kehidupan.

demi HAM yang di codomi dan diperkosa.



kini hidup seperti anjing-anjing yang mencari

tulang-tulang di rawa-rawa kehidupan tak bermakna...

BIMBANG

Bimbang

antara kemarau dan hujan
menistakan keadaan impian
menimpul kisah romansa
kehendak jalan waktu

insan terpisah waktu
jalani jarak mimpi
entah menjadi pendiagnosa
kemurkaan dunia

menjadi lilin buatku terbakar
menjadi prisai membuat ku tak terjaga
menjadi insan menjadi durjan
menjadikan mimpi untuk mimpi

entah jalan semakin jahu
ragukan keadaan
buatku menjadi secuil kebenaran tertinggal
buatku pemimpi waktu

waktu berpijakan ruang dan waktu
merongrong dalam pahitnya waktu
entah dia telah menjadi yg tak terlihat waktu
dia telah bersama watu yg dia miliki

semimpian telah bercerita dalam waktu kebenaran

SAMAR

SAMAR-SAMAR JODOH

terik mengkilaukan tetesan embun
menjadikan sisa mengkilau
entah berlian terkikis waktu
embun hilang entah malam

agkuh bersumpah
cinta kau dan dia
semua menikam ambisi
tak ada jawaban

kau dan dia
menghantui langkahku.
senyum buatku terdiam
buatku tersendak

catur telah dimainkan
teka-teki tersusun waktu
enggan menyapa
mencari terapian. penyemangat buatku ragu.

akanku dimana panjangkan sebenarnya
terluntur sisa embun
mana engkau bertahan
dilorong teka-teki

sandiwara cerita telah berakhir
hingga temukan yg hilang dalam raga
di ujung waktu ditemukan
disisa nafas aku bertahan temukan

SISI LAIN

SISI HIDUP

ruangku ruangmu tertahan dalam tengah cinta
bukan penghalng bukan rintangan
tp itu jalan

jalanku jalanmu bukanlah sisi yg sama
bukan langkah
bukan petujuk tapi penghalang
pikirmu pikirku
bukan mimpi bukan tujuan
tapi kau anggap gurauan

dimana jalanku
dimana milikku aku tak memilikinya

entah
semua jadikanku marinir
bukan penyair balada
juga bukan pemantra
aku hanyalah pencinta
bukan pemimpin perang
katakan jika itu menjadi kata hati

GEMILANG

GEMILANG

ketidak mauan
sisi kematian
jadi lilin ku terbakar
jadi pelindung ku ditusuk

tak ada cinta dirumah
tak ada kepercayaan
hingga kusampaikan dijalan

anggaplah kami manusia
anggaplah kami anakmu
anggaplah kami saudaramu
bukan untuk kau taklukan

gerombolan gunung kau siapkan
kami gentr. tidak
kurobohkan surau
untukk robohkah tiang mengangkang

sekejap tumpahkan merah puti
kami kibarkan yg terjatuh
tak akan biarkan
cukup sekali reformasi
jgn biarkan ke2

idiologi sesepuh
intrik kegelimangan menutup matamu
jika mau katakan
jika tidak kami rela untuk pertiwi

CIUMAN PERTAMA

ciuman pertama 

mata air suci para air dewa
pembuka tabir kehidupan
roh alam bernyayi dalam kesyahdusan cinta

yah......
mata air suci bergoyang dalam irama surga
keabadian dalam pramadani indah
berharap surga melampaui akal logika manusia
keheningan dalam kesyahduhkan
dalam impian manusia

yah......
cinta adalah misteri bermakna.
ciuman adalah pembokaran makna cinta.

hahahahah
logika
akal
cinta
ciuma
pertama
"alama"

pembokaran tabir nespatah
nespata pembokar tabir
hilangnya akal tirani pemisah.
robonya tembok pemisah
nirwana menagisi kesekenan hasil diimpikan
lantaran
dilakoni masa silam

COBALAH

Cobalah untuk menduakan aku

Cobalah untuk menduakan aku
Dan kaurasakan setianya diriku
Cobalah kau menduakan aku
Dan kau mengerti kejujuran hatiku

Dan bila nanti engkau tahu
Ku bukan terbaik untukmu
Lepaskan aku jangan pernah ragu

Cobalah untuk meragukan aku
Dan kau pahami ketulusan cintaku
Cobalah kau meragukan aku
Dan kau resapi diriku dekat dihatimu

Dan jika esok kau tahu
Aku yang terbaik untukmu
Cintai aku
Sayangi aku
Seperti aku menyayangimu

UNTUK CINTA

pada cinta

pada helatan waktu berkisah
menuliskan tahta di lingkaran duniawi
memahami dan mengerti 
kepada cinta yg terurai

rahwana entah suganda
semua berrceita cinta
aku tak bercerita
aku menjalani

beda dalam waktu
kita bersama ujung waktu
lukiskan masa apa kenangan
waktu tak berpihak

menunggu waktu di kisah kasih kampus
menunggu ijab waktu
untuk ikrarkan cinta
waktu begitu jahu

tumpukan waktu dalam genggam
membuat waktu terkikis
derajad mentari terkukus
harmoni cinta tertandus

sandiwara dunia ingin mengahiri
tp waktu belum ijinkan
sepadan dalam mimpi
aku tetap sama seperti bintang yg terabaikan

TENTANG DEEP LEARNING (IGI KAB. BIMA)

  "Deep Learning" atau Pembelajaran Mendalam dalam konteks pendidikan melibatkan pendekatan yang mendalam dan bermakna terhadap ...