Jumat, 22 Januari 2016

Tak Arti


kadang mengartikan yg bukan arti, miris insani
kadang sinonim peroleh arti bukan sebenarnya, tak benar
kadang acuh, menaggungkan sinis
bila kadang dalam hidup tak di artikan arti
sampai mana mengartikan hidup
bila kata-kata tak ujung, biarkan masa yang artikan kata-kata
bila sesampai terjadi, sang agung tak akan mengelak pada takdir
satu yang sesampai hari, biarkan mulut menganga bisu
tak diarti, lebih arti dunia semu
sesampai mana?
jika sampai waktu.
biarkan ku berlari untuk artikan hidup
artikan yg engkau abaikan

Minggu, 22 November 2015

sajak cinta



Pada jalan yang lalu jejak masih terlukis.
terkikis pada tetesan cakrawala.
cakrawala tak berpihak pada waktuku.
waktuku telah drampas endapan waktu
waktu berbuih miris kelabuh
kelabuh melambai mengosongkan ingatan
ingatanku masih pada titik terendah
terendah dalam balutan rindu
rindu mengukus kenangan
kenangan suka duka bersama cinta
cinta yang sebenarnya menikamku
menikamku bertubi-tubi hingga tak bernapas
bernapas kan usai, jika aku tiada
tiada duga sangka, menerawang peti mati
mati bersama rindu
rindu bertuah

bangkitlah



perjalanan waktuku usai
janjikutak mengurungku dalam sangakar cinta
malam itu, awal aku hidup
bercerita untuk aku yg akan datang

ribuan waktu terlewati
tampa kisah
kini enggan aku berpaling pada kisahku nanti
elang mampu kepakkan sayapx
hinggap di dermaga

lukisan lalu dan sekarang kan jahu berbeda
ku sisipkan kisahku dalam langkah
takan ku abaikan waktu bersama cinta
sesampai raga terpisah ruh

jika janji yang menyiksaku.
maka jajiku kan bahagiakanku
jika misteri menguruku
maka misteri telah terpecahkan

bangkitlah
bangkitlah
bangkitlah bersama cinta
sampai esok tetap bercerita

Selasa, 17 November 2015

SAIR TERLUNTAH



di kian malam kian kisah
pada sapa pristiwa berlabuh
ranah waktu tak berpihak
kelak dalam misteri cinta

surau kenangan lalu
ambisi penyair waktu
siapa pemilik hati
terbungkus kafan merah mudah

hum ham him
gumam memecah cakrawala
seberang arah aku tercermin dalam pudar
musafir meramang dalam kemalangan
tertidur pulas dalam duka

suhadah waktu
aku menantangmu untuk cinta
sampai engkau menyerah
kau katakan, Akulah pemilik waktu

Senin, 12 Oktober 2015

Pembanding Cinta



tak bisa sempurna yg di harap
tp kupastikan air mata tak akan menetes
tak bisa menjaga ragamu
tapi, kupastikan engkau tetap terjaga tiap langkahmu
tak bisa menjadi rembulanmu
tapi, ku pastikan engkau tak akan pernah redup dihatiku
tak bisa menjadi yang engkau harapkan
tapi, kupastikan mimpimu kan tercapai
tak bisa mencintaiku
kupastikan engkau tetap ada untuk berlabuh
tak bisa melihatmu
tapi, kupastika sitiap hembusa adalah dirimu

Minggu, 11 Oktober 2015

mengandai-andai

jika kelah waktu hadir
biarkan waktu tak menoleh lagi
jika saatnya
kugenggam jemarimu laagi
jika malam menyapa
pena ku kan menulis cahaya untukmu
jika tak berbintang
cahaya hpmu kan bersinar temanimu
jika ku bukalnlah yg terbaik
jagan pernah ragu melupakan
jika aku yang terbaik
jangan biarkan ku seorang diri
jika pagi menyapa
jangan biarkan gelap biarkan berlarut
jika dan jika
jagan biarkan anganmu risau dengan coretan ini

Kamis, 17 September 2015

Kilauan yang Pudar



tumpuan menumpuk berapi-api
semua karna kata
ku genggam jantung yang terpotong rasa
berharap sembuh

mengapa waktu menyatat begitu dalam
bungaku layu terterpa angin
sungguh dia melawan putaran jam
tangan merangkul di balik dimensi

sejoli terselubung mewah
bertuah dalam gemari
pertiwi pandangi di sisi etalase
pandangan kosong yang tergambar

arwah bergerumuh memburu kata
kemana sekarang berpijak
belahan bumi yg mana pertemukan
entah sesal dan rindu

Jumat, 11 September 2015

Penikam pemimpin



raga tercabik tertusuk jutaan jarum
jantung nadi tersayat ribuan pedang
sang jagad terpotong pendengarannya
mengapa menikam bertubi-tubi

engkau kibarkan benderah berdarah
beredar isu-isu penerkam
mereka berada dihadapan, gerogoti bangsa
sang buta memimpin sang lihai

yah mereka yang engkau anggap anak
dia yang engkau anggap bapak.
menikam di belakang demi kertas
duduk berhelai lihai demi kata sang aku untuk kau

mengapa menikam bertubi-tubi
keringat tak lagi berkucuran
permata menetes, alihkan keringat
dimana akan berhenti

aku akan menikammu kembali
sampai engkau berhenti menyakiti
aku akan memburumu
sampai engkau tak mampu melangkah. lg

Jumat, 04 September 2015

Berpolitik?


269 direbutkan 134,5 pemimpi
memburu tabib penyelamat mimpi
dipermainkan tabib,
hingga terjatuh, terbangu demi secuil kertas menuju panggung
sang tabib berbusung dada
bukan mereka sebenar penentu nasib
tapi sang masa nan hari memilih
untuk apa tabib sebagai penggerak roda menjual kursi?
mereka di grogoti, entah mereka yang menggerogoti.
berjalan, menunggak, arakan demi simpati hati.
laut masa tersenyum lebar uang raib
tetes masa, kepala bergerak uang raib
tak cukup api dan air padamkan gengsi ambisi
angin mulai gemilangkan mereka
demi kata timbal balikmu aku tunggu
ironi politik jabatan

Senin, 31 Agustus 2015

Tak pasti


sebenarnya mata tak melihat
walaupun hening mencekam
meskipun tak bertuah
kemungkinan berambisi
tergantung dalam bukit prahara
musafir tanpa kompas
pujangga tanpa kata
sang guru tanmpa tinta
pelbagai riuh menusuk
embuh tak menetes
intan bercucuran
emas tak berharga lagi
jika hidup dengan cinta
masih mati
mengapa mengahiri hidup karna cinta
entah membisu

Jumat, 07 Agustus 2015

INI KISAHKU


kisah itu terjalin bukan melintang
kisah itu dirangkai bersama bukan angan
kisah itu terjaga hingga waktu tak berpihak
kisah itu ingin ku katakan
waktu tak berpihak karna kata
jelaskan pada waktu yg tak mau mendengar
menyanyi bukanlah balada
seuntai harapan jiwa
jika kelak dia bersama waktu
katakan dia bersama hati
bukanlah bersama mimpi
bukanlah angan
jika cinta ada kesetiaan itu tak ada yg terungkap
hanyalah tetesan mata
jika kelak adalah dahaga cinta
akan hadir bersama mimpi malammu

TERPENDAM


pada kala waktu yang melintang
terbaring terbungkus kaku
bukan tertidur bukanlah mati
memakai impian tak berterpah
semua malam yang sama dalam bungkusan
entah apa aku cari
bukan harta, bukan jabatan bukan sang sejoli
tetapi kekosongan yang terselubung
merambah dalam mimpi
apakah malam pada yang lalu
tetap terbungkus pepesan
dimana alam raya yang memanggil
sang pemilik cinta enggan bersuah
sang pemilik maut enggan menyapa
sang pemilik rejeki enggan mendekati
aku terbungkus kaku dalam nestapah
bila waktu yang ditempuh berputar
adakah aku yang menjadi mimpimu
aku disini terbungkus kaku
entah kejahuan engkau rasa

Minggu, 02 Agustus 2015

Cinta


sesuda akhir menimpa malam
mengapa mimpi terlupakan
sang sejoli terselubung mewah
dibalik etalase memandang sinis
kepada sang pencerah menerima seserah
kepada sapa akan berlabu
nunsa embun yang pudar
bercahaya dibalik kemilau
kepada sang ingkrar berhembusan
adakah yang bernaung dibalik cahaya
pencarian menapaki batasa
simponi kelelahan
wahau sang penerima
aku mencari tetes hidup untuk hidup
arwah menuju persegi
tak menemukan
sang pemilik jodoh enggan menyapa
terdiam dalam kebisingan doa
jika kelak Engkau terakhir aku berlabuh
biarkalah kumenemukan tabahan terakhir

Minggu, 19 Juli 2015

TENTANG CINTA




dua sejoli bermadu cinta
cinta sejati katanya
milik berdua
tak memisahkan

cinta itu nafsu
berdusta jika engkau berkata cinta itu sejati
berdusta bila itu engkau katakan cinta yang abadi
berdusta andaikan engkau bilang dunia milik berdua

tak di sadari pada pandangan pertama
engkau melihat lawan jenismu menarik
entah dari kecantikan/kegantengan, kemolekan/wibawah atau karna kekaguman
yg sebenarnya nafsu

jika melihat kecantikan atau kegantengan pasangan
rasa gairah ingin memiliki
jika melihat kemolekan atau kewibawahan
rasa ingin menjamah
jika melihat pribadinya
ingin bersama dan mengikatnya?

tidakkah sadar itu awal bercumbu
tidahkah sadar itu awal keburaman
tidakkah sadar itu awal disakiti
tidakah sadar itu awal engkau dicampakan

mereka bilang engkaulah cintaku dunia dan akhirat
tak disadari engkau terjerumus
cinta dunia akhirat hanyalah utuk cinta
istri kepada suaminya, suami kepada istrinya

cinta suami dan istri adalah cinta dunia dan akhirat
mereka memadukasih untuk dunia dan akhiratnya
untuk cinta yang menghindarkan panah durjanah

jika kelak tersadar dalam mimpi
bangunlah untuk membangun mahligai cinta dunia dan akhiratmu
jangan biarkan engkau terperangkap dalam dunia ilusi

Minggu, 05 Juli 2015

PENUNGGU JODOH

termenung wanita
menunguh apa yang di tunggu
tampa sepata kata dia berucap
panmdangan kosong

entah beban pilu memulai buih
sang fajar merangjak jahu
riah sunyi semakin membumbuh daging
sang terik pandangan kosong

dalam hati meraung
berdikari temenung menunggu sang pangeran
entah menuju darat, laut. langit
semua pilu memukau mahdani

cerita hati kabarkan musim dingin telah tiba
hewan tumbuhan telah berdua
tidak untuk wanita penunggu pangeran
entah setia apa harapan palsu

dia kembali duduk dalam sela waktu
dia berharap semua berdua
bercerita dengan sang pangeran
sampai berapa kita memiliki anak

Senin, 29 Juni 2015

NUANSA


bulan suci menjelang muharam
suci ingi mensucikan debu bertaburan
senandung yang tak kini menggema ilhami kalbu
berbindong-bondong mengapit tasbih

nuansa yang sekali dalam setahun
tak di indahkan hari dan waktu berikutnya
hanya sebulan waktu
berharap suci yang berabad-abad

puasa kini mendekati waktu berlalu.
pertama riang dan penuh rumah Allah
berjalan waktu hanya di lalui, entah selanjutnya
semangat berharap untuk seperti yang awal

Kamis, 21 Mei 2015

KUMPULAN PUISI CINTA: pendidikan lesuh

KUMPULAN PUISI CINTA: pendidikan lesuh: dunia pendidikan mulai lesuh dinamika masa mendidik purnah di ambang rubuh dirasuki kecuranga kecurangan2 terjadi entah sapa yang sala...

pandang


beda itu seperti senar gitar, walau berbeda antara satu dengan yang lain tetap bersinergi menciptakan alunan memukau.
warna pelangi begitu berbeda, jika disanding begitu mempesona, jika warna kulit memisahkan kalian, robohkan benteng itu untuk menyatukan warna kalian
ingatlah disini kita bersama, berjuang yg sama wahai laskar Oemar Bachr

TAMBORA


2 abad yang lalu engkau meraung
memporak porandakan 3 raja
mengubah iklim dunia
tapi, baru kini engkau di kenang
2 abad
ya 2 abad lalu.
kau dikucilkan
kau di hempaskan
melucut di ambang mimpimu
kau meraung mengeluakan taring nerakamu
kau hembuskan kejayaan setelah kematian
kau memupuk bumi dengan ludahmu
yah..... merapi tambora
2 abad engkau tertidur terakhik engkau meraung
2 abad engkau membungkung di padang rerumputan
2 abad engkau menyendiri dalam pasung
2 abad ini tangan-tangan mengulurkan tangan untuk mengakuimu
wahai sang penyebur bara
tetaplah tenang dalam ketenanganmu
biarkan kami mengenang larfamu
untuk kami ceritakan dasyatnya engkau memuntahkan apimu
wahai gunung merapi TAMBORA

BIMA DI BALIK TIRAI TAMBORA


yah aku hanya penonton di tanahku
memandang kejahuan pesonamu
memupuk pilu dalam tirani
membludah bah muntahan tambora
wahai bima, kenapa engkau melihat diriku di balik tirai?
tak engkau akuikah aku sebagai tanahmuu?
tak sadarkah aku adalah milikmu?
engkau cundangiku di 2 abad aku di kenang?
aku ini milikmu yang engkau asingkan
aku ini hakmu yang engkau hempaskan
aku ini hartamu yang engkau buang
kini dompu mengadopsiku
dompu mengenangku bagai anaknya
dompu memanjakanku seperti buah hatinya
tak seperti engkau cundangiku
tak seperti engkau yang tak mengakuiku
akan aku biarkan engkau hanya melihatku di balik tirai
akan aku biarkan engkau hanya mengucap namaku
tapi..
tak aku biarkan engkau memiliku lagi
aku tetap akan mengaung di sela malam
mengingat yang engkau lakukan

TENTANG DEEP LEARNING (IGI KAB. BIMA)

  "Deep Learning" atau Pembelajaran Mendalam dalam konteks pendidikan melibatkan pendekatan yang mendalam dan bermakna terhadap ...