lingkaran
mahbrata terguling dalam cita
langkah terabaiki kita
entah kita pikirkan
semua sama
hal terlupakan dalam bel cita
menangis di kaki ibu pertiwi
ini bukanlah seuntai lama
tapi kisa yang terabaikan masa
berjalan menelusuri lorong tak terlihat
entah itu menjadi persembunyian batu
semua ingin kami rontohkan dengan ilmu
bukanlah angan
jalan terlihat, biarlah umar backhry lama menjadi kenangan
kita berada dimasa sulit sesulit perang
generasi penuh cinta bukan cita
entah buta tak berpikir
semua kami suap mengapa engau tak mengunyah
itu bekalmu, bukan bekal kami
jalanlah telusuri lingkaran
gar masa mencatatkanmu dalam sejarah
kami adalah sibunga teratai yang mudah kau lupakan
tak seperti kekasihmu yang slalu di mata hatimu
Senin, 06 Oktober 2014
MASIH SECANGKIR
secangkir
bilur luka terobati entah mengobati
jasad terkurung entah mengurung
lantunan pernah, pernahkan hiraukan
kembali pada secankir kopi
ditemani bukanku menemani tapi raga inginkan
semua terasa sama bukan menyamakan
bah terurai bukanku mengurai
berjalan bukan pada waktuku
secangkir hidup terpompong
membuatku tertopang
terasa sepoyong
nurani kebohongan
adakah dia seperti tulang rusuk
entah terbengkok. entah patah
menghiraukan keharuan
semua membuatku terkurung
semua sama pada hidup
aku menunggumu dengan secakir kopi ku
temani hingga kita berada di dunia secangkir kopi
mengarungi bahtera perapian dunia
bilur luka terobati entah mengobati
jasad terkurung entah mengurung
lantunan pernah, pernahkan hiraukan
kembali pada secankir kopi
ditemani bukanku menemani tapi raga inginkan
semua terasa sama bukan menyamakan
bah terurai bukanku mengurai
berjalan bukan pada waktuku
secangkir hidup terpompong
membuatku tertopang
terasa sepoyong
nurani kebohongan
adakah dia seperti tulang rusuk
entah terbengkok. entah patah
menghiraukan keharuan
semua membuatku terkurung
semua sama pada hidup
aku menunggumu dengan secakir kopi ku
temani hingga kita berada di dunia secangkir kopi
mengarungi bahtera perapian dunia
AMESIA
lupa
dimana. kelak terlupa
hati menjanjikan mimpi
dimana, hilang bukan menghilangi
semua bercerita, aku tidak
janji sesepuh dunia
terlupa di kaki kemakmuran
hilang senda seduh nirwana
memojokkan mata yg tak terlihat
penyair menyairkan hati, tp terlupakan
kami mengabarkan waktu yg lalu
merobohkan ting2 mengangang
terlupakan di kaki zaman
kini kami melangkah untuk cinta
mesti dirumah tak ada kebenaran
kami ciptakan parlemen jalanan
bukan menghakimi, juga bukan mengurung
terkabar desah desuh nafasf
membuat baris semakin kokoh
tudak. kamilah sang ombak
robohkan tirai kebohongan
demi yang terlupakan
berjalan telusuri bukan menyusupi
simbol tetap dihati
bukan meragu
kami kan gemparkan dunia demi malam senja
dihari yg terlupakan
kan kami gambarkan refolusi jiwa
dimana. kelak terlupa
hati menjanjikan mimpi
dimana, hilang bukan menghilangi
semua bercerita, aku tidak
janji sesepuh dunia
terlupa di kaki kemakmuran
hilang senda seduh nirwana
memojokkan mata yg tak terlihat
penyair menyairkan hati, tp terlupakan
kami mengabarkan waktu yg lalu
merobohkan ting2 mengangang
terlupakan di kaki zaman
kini kami melangkah untuk cinta
mesti dirumah tak ada kebenaran
kami ciptakan parlemen jalanan
bukan menghakimi, juga bukan mengurung
terkabar desah desuh nafasf
membuat baris semakin kokoh
tudak. kamilah sang ombak
robohkan tirai kebohongan
demi yang terlupakan
berjalan telusuri bukan menyusupi
simbol tetap dihati
bukan meragu
kami kan gemparkan dunia demi malam senja
dihari yg terlupakan
kan kami gambarkan refolusi jiwa
JIKA
jika
semari dalam wah simponi
berjalan melingkari waktu
entah semua semu
jalan memberi waktu
jika semua kadikan akuseperti aku
jika menadikan kau seperti kau
contohkan gitar
jika memprihatinkan berpulang
jika nada tetap menjadi nada
tersadar bukan menghakimi
jika ku tiada, semua aku gambarkan
jika engkau terlupa malam kan kabarkan
sesaat aku merenung
kau bukanlah aku yg jadikan aku mimpimu
kau bukanlah kau jadikan kau hidupmu
kita terpecah
jika kelak kau terbangun aku tetap menjadi seperti dulu
terbanglah dan tetaplah hinggap di tempak kau terbang
jangan kau lupa sarangmu
aku menunggu
semari dalam wah simponi
berjalan melingkari waktu
entah semua semu
jalan memberi waktu
jika semua kadikan akuseperti aku
jika menadikan kau seperti kau
contohkan gitar
jika memprihatinkan berpulang
jika nada tetap menjadi nada
tersadar bukan menghakimi
jika ku tiada, semua aku gambarkan
jika engkau terlupa malam kan kabarkan
sesaat aku merenung
kau bukanlah aku yg jadikan aku mimpimu
kau bukanlah kau jadikan kau hidupmu
kita terpecah
jika kelak kau terbangun aku tetap menjadi seperti dulu
terbanglah dan tetaplah hinggap di tempak kau terbang
jangan kau lupa sarangmu
aku menunggu
JODOH
rusuk
aku mencintai waktu yang mencintai masa
memparharakan kematian senja
harapan era. mustahil dunia
menerobos waktu, tak ingkari
seraya malam membisikan cintamu disana
memakai mahkotah bertuah
menunggu ajal mimpi
sandawa dunia
semua jadikan cinta bertahta
jika kau benar
akan aku tunggu di meja bundar yang berserahkan piring garpu
hingga kau berkata kaulah pemilikku
aku mencintai waktu yang mencintai masa
memparharakan kematian senja
harapan era. mustahil dunia
menerobos waktu, tak ingkari
seraya malam membisikan cintamu disana
memakai mahkotah bertuah
menunggu ajal mimpi
sandawa dunia
semua jadikan cinta bertahta
jika kau benar
akan aku tunggu di meja bundar yang berserahkan piring garpu
hingga kau berkata kaulah pemilikku
TANPA JUDUL
apa yah?
sang malam memikul muntahan larfa
gejolak nista dalam kemakshuran
walau malam menimpah harkat
aku dalam masa yang kelam
kala meniduri bayangan
menjadikan sempih sepah malam
jadikan teratai terabaikan
sujud murka dalam duka
apa yah. ku terdampar
menjadikan seekor ruba bukan bunglon
kertas terbakar dingin
sepi dalam senduh
jalan2 mengiringi kota mati
dibalik megah perperosot kehadiran yg tak ucap
alangkah aku dirusuk makna
memukau keahlian mata
cinta. jadikan dalam kurungan emas
menjamah diri dalam sepi
terabaikan cinta
jika kelak kau adalah aku. tetaplah berdiri dihati
sang malam memikul muntahan larfa
gejolak nista dalam kemakshuran
walau malam menimpah harkat
aku dalam masa yang kelam
kala meniduri bayangan
menjadikan sempih sepah malam
jadikan teratai terabaikan
sujud murka dalam duka
apa yah. ku terdampar
menjadikan seekor ruba bukan bunglon
kertas terbakar dingin
sepi dalam senduh
jalan2 mengiringi kota mati
dibalik megah perperosot kehadiran yg tak ucap
alangkah aku dirusuk makna
memukau keahlian mata
cinta. jadikan dalam kurungan emas
menjamah diri dalam sepi
terabaikan cinta
jika kelak kau adalah aku. tetaplah berdiri dihati
CINTA
cerita
menyeruah di hawa dunia
tergores cerita terka
juang menjadi mimpi
tercapai mimpi
cerita dahaga duniawi
gambarkan kami kisah laskar
membajiri kelahiran
adakan jawaban kami
mengejar di gaduhx suasana
mengiringi kisah kami
terabaikan wktu menunggu
melangkah dalam titah tak teradili
wahai arwah2 yg hidup
kita tetap bangkit meski kita tak terlihat
genggam tangan kita
kita rahasiakan waktu di mimpi tak terlihat
jika hari ini kita blum lulus
kita lulus untuk esok
menjalani hidup yg tertunda
menyeruah di hawa dunia
tergores cerita terka
juang menjadi mimpi
tercapai mimpi
cerita dahaga duniawi
gambarkan kami kisah laskar
membajiri kelahiran
adakan jawaban kami
mengejar di gaduhx suasana
mengiringi kisah kami
terabaikan wktu menunggu
melangkah dalam titah tak teradili
wahai arwah2 yg hidup
kita tetap bangkit meski kita tak terlihat
genggam tangan kita
kita rahasiakan waktu di mimpi tak terlihat
jika hari ini kita blum lulus
kita lulus untuk esok
menjalani hidup yg tertunda
HARAPAN
Sekeping Harapan
Ketika sepasang mata itu begitu melekat kuat
Ketika bibir itu mengurai janji
Ketika tubuh saling memeluk
Ketika tangan itu menggenggam
Hangat. Tenang. Damai
Ketika semua tak mampu terucap dengan kata
Hanya mata yang ungkapkan dengan tangis
Isak demi isak
Pkiranku kosong.
Menerawang, ini benar terjadi?
Tenanglah. Ini tak akan lama.
Angin segar kurasakan, semoga benar adanya.
Laksana pohon kini makin tinggi menjulang
Kuharap jangan pernah goyah ataupun tumbang
Meski badai menerpa
Kuatkan akarmu dengan keyakinan
Menunggu waktu yang tak akan lama. ~R
Ketika sepasang mata itu begitu melekat kuat
Ketika bibir itu mengurai janji
Ketika tubuh saling memeluk
Ketika tangan itu menggenggam
Hangat. Tenang. Damai
Ketika semua tak mampu terucap dengan kata
Hanya mata yang ungkapkan dengan tangis
Isak demi isak
Pkiranku kosong.
Menerawang, ini benar terjadi?
Tenanglah. Ini tak akan lama.
Angin segar kurasakan, semoga benar adanya.
Laksana pohon kini makin tinggi menjulang
Kuharap jangan pernah goyah ataupun tumbang
Meski badai menerpa
Kuatkan akarmu dengan keyakinan
Menunggu waktu yang tak akan lama. ~R
SESUATU
SESUATU
sesuatu yang lebih bukan karna lebih
sesuatu yang kurang bukan karna kurang
sesuatu yang lebih karna ku mencintaimu
sesuatu yang kurang karna kurang memperhatikanmu
sesuatu yang rindu bukanlah karna rindu
sesuatu yang menanti bukanlah pernantian
sesuatu yang rindu karna slalu mengingatmu
sesuatu yang menanti karna menanti hidup bersama
sesuatu yg lebih dicintai bukan karna mencintai
sesuatu yang indah bukan karna keindahan
sesuatu yang lebih karna lebih menyayangi
sesuatu yang indah karna menjalani bersamamu
jika kelak semua sama
biarkan waktu yg menyatukan sesuatu di hati
sesuatu yang lebih bukan karna lebih
sesuatu yang kurang bukan karna kurang
sesuatu yang lebih karna ku mencintaimu
sesuatu yang kurang karna kurang memperhatikanmu
sesuatu yang rindu bukanlah karna rindu
sesuatu yang menanti bukanlah pernantian
sesuatu yang rindu karna slalu mengingatmu
sesuatu yang menanti karna menanti hidup bersama
sesuatu yg lebih dicintai bukan karna mencintai
sesuatu yang indah bukan karna keindahan
sesuatu yang lebih karna lebih menyayangi
sesuatu yang indah karna menjalani bersamamu
jika kelak semua sama
biarkan waktu yg menyatukan sesuatu di hati
MALAIKAT MIMPI
mimpi malaikat
malaikat-malaikat memimpikan dunia
entah apa?
mencari sosok rumah mimpi
malaikat kecil bermimpi
esok aku ingin bangun dirumahku
bermimpi. hendak fanah
tertatih hadir dilorong bumi
jadikan entah apa yg iya mimpi
seyogiax khayalan
ketika terbangun entah apa yg dilihat
entah mimpi
entah nyata
dia bangik bersama harapan semu
mimpi mereka terbungkus kaki bumi
kehilangan sesuatu. bukan mimpi
dia berkata aku sendiri
aku tak terdampa
aku tak terlihat
malaikat-malaikat bermimpi
kelak jadilah pemimpin bukan memimpikan
gengam asamu
tuliskan kisah dikain putih ibumu
jalanlah bersama waktu akumengiringimu
malaikat-malaikat memimpikan dunia
entah apa?
mencari sosok rumah mimpi
malaikat kecil bermimpi
esok aku ingin bangun dirumahku
bermimpi. hendak fanah
tertatih hadir dilorong bumi
jadikan entah apa yg iya mimpi
seyogiax khayalan
ketika terbangun entah apa yg dilihat
entah mimpi
entah nyata
dia bangik bersama harapan semu
mimpi mereka terbungkus kaki bumi
kehilangan sesuatu. bukan mimpi
dia berkata aku sendiri
aku tak terdampa
aku tak terlihat
malaikat-malaikat bermimpi
kelak jadilah pemimpin bukan memimpikan
gengam asamu
tuliskan kisah dikain putih ibumu
jalanlah bersama waktu akumengiringimu
BERHARGA
sesuatu yg berharga
SESUATU
sesuatu yang lebih bukan karna lebih
sesuatu yang kurang bukan karna kurang
sesuatu yang lebih karna ku mencintaimu
sesuatu yang kurang karna kurang memperhatikanmu
sesuatu yang rindu bukanlah karna rindu
sesuatu yang menanti bukanlah pernantian
sesuatu yang rindu karna slalu mengingatmu
sesuatu yang menanti karna menanti hidup bersama
sesuatu yg lebih dicintai bukan karna mencintai
sesuatu yang indah bukan karna keindahan
sesuatu yang lebih karna lebih menyayangi
sesuatu yang indah karna menjalani bersamamu
jika kelak semua sama
biarkan waktu yg menyatukan sesuatu di hati
sesuatu yang lebih bukan karna lebih
sesuatu yang kurang bukan karna kurang
sesuatu yang lebih karna ku mencintaimu
sesuatu yang kurang karna kurang memperhatikanmu
sesuatu yang rindu bukanlah karna rindu
sesuatu yang menanti bukanlah pernantian
sesuatu yang rindu karna slalu mengingatmu
sesuatu yang menanti karna menanti hidup bersama
sesuatu yg lebih dicintai bukan karna mencintai
sesuatu yang indah bukan karna keindahan
sesuatu yang lebih karna lebih menyayangi
sesuatu yang indah karna menjalani bersamamu
jika kelak semua sama
biarkan waktu yg menyatukan sesuatu di hati
NUANSA
nuansa
malam berkeming
santunan masa
kelak menjadi pribahasa
sakral nurani
pencarian masa
mengiringi rehab masa
lilin mencair
pudar dalam nostagia
kumpulan-kumpulan kisah mengoteh jasad
simponi kelam kemilau
raja membumbung neraka
jalan melintasi surga mimpi
permainan cerita
menceritakan kelak tak terlihat
aku bersair untukmu
memimpikan sendah senduh mimpi
malam tetap menjadi malam
seperti mimpibersama
jika itu terjadi aku menunggumu disini
malam berkeming
santunan masa
kelak menjadi pribahasa
sakral nurani
pencarian masa
mengiringi rehab masa
lilin mencair
pudar dalam nostagia
kumpulan-kumpulan kisah mengoteh jasad
simponi kelam kemilau
raja membumbung neraka
jalan melintasi surga mimpi
permainan cerita
menceritakan kelak tak terlihat
aku bersair untukmu
memimpikan sendah senduh mimpi
malam tetap menjadi malam
seperti mimpibersama
jika itu terjadi aku menunggumu disini
BANJIR
bima berduka
25. hari air mata
bah menenetskan lara
menggoyahkan benteng
merobohka surau kami
mengiringi masa tak terelakan duka
tanahku tanah air mata
tanahku duka air mata
tanahku lara air mata
26. hari air mata
tak terhenti bima berduka Bah
Raja hembuskan nafas bersama surutx banjir
Raja hembuskan nafar bersama hujan
meninggalkan duka
27. hari air mata
tak cukup kering air mata
mengiringi perelatan terakhirmu
kibarka 3 mata Tombak mengiringi terakhirmu
kau telah kembali.
kami masih bersama waktu
menunggu mimpi yg kau tinggalkan
menanti simponi mentari pagi
bimaku berduka
hari yg penuh air dan Bah
hari yg tak terngiang asa
mimpi buruk
kami helatkan duka lara bersamaMu
kami kan menantiMu di ujung masa kami
Bima (bismillah)
Mbojo (maja labo dahu)
25. hari air mata
bah menenetskan lara
menggoyahkan benteng
merobohka surau kami
mengiringi masa tak terelakan duka
tanahku tanah air mata
tanahku duka air mata
tanahku lara air mata
26. hari air mata
tak terhenti bima berduka Bah
Raja hembuskan nafas bersama surutx banjir
Raja hembuskan nafar bersama hujan
meninggalkan duka
27. hari air mata
tak cukup kering air mata
mengiringi perelatan terakhirmu
kibarka 3 mata Tombak mengiringi terakhirmu
kau telah kembali.
kami masih bersama waktu
menunggu mimpi yg kau tinggalkan
menanti simponi mentari pagi
bimaku berduka
hari yg penuh air dan Bah
hari yg tak terngiang asa
mimpi buruk
kami helatkan duka lara bersamaMu
kami kan menantiMu di ujung masa kami
Bima (bismillah)
Mbojo (maja labo dahu)
DIMENSI
WAKTU
aku berhadapan bersama waktu
menunggu cinta dalam sela waktu
kau kembali bersama waku
bersama ku bersama waktu
sela-sela nafasku rinduku tetap pada cahaya
memecah malam keheningan
merangkai mimpi yang tertunda
sanubari simponi cinta
lorong-lorong nafas hembuskan namamu
naluri menuntunku pada cintamu
kurai itu
kau begitu menjahu bersama waktu
kata-kata yg teruntai dalam kata
gambarkanku pada lukisan malam
semua bergerak
aku masih dalam waktu yg terheti
jika kelak waktu menuntunmu
tabahkan hati bersama cinta
jalin kembali cinta yang lalu
dalam singgah sanah mahligai cinta
aku berhadapan bersama waktu
menunggu cinta dalam sela waktu
kau kembali bersama waku
bersama ku bersama waktu
sela-sela nafasku rinduku tetap pada cahaya
memecah malam keheningan
merangkai mimpi yang tertunda
sanubari simponi cinta
lorong-lorong nafas hembuskan namamu
naluri menuntunku pada cintamu
kurai itu
kau begitu menjahu bersama waktu
kata-kata yg teruntai dalam kata
gambarkanku pada lukisan malam
semua bergerak
aku masih dalam waktu yg terheti
jika kelak waktu menuntunmu
tabahkan hati bersama cinta
jalin kembali cinta yang lalu
dalam singgah sanah mahligai cinta
TUHAN
Nama Mu
Mungkin kau tak pernah tahu apa yang kutulis disini
Yang terkadang tak tereja di setiap syairnya
Yang takkan pernah selesai kurangkai untukmu
Dan tak tak pernah lelah kugoreskan di tiap aksaranya
Hingga kata yang kupintal menjadikan namamu
Izinkan aku mencintaimu meski dalam goresan pena
Aku ingin mencintaimu layaknya mentari
Yang bergulir sempurna dari kanan ke kiri
Aku ingin mencintaimu seperti udara
Yang tak terlihat namun dapat kau rasa
Mungkin bagimu rinduku tak kasat mata
Rindu yang tak terbaca yang tak kau pahami maknanya
Biarkanlah aku simpan dan kurajut dalam hati
Tentangmu...
Pada sedikit kisah hidupmu yang pernah kau bagi cerita
Pada sekeping hatimu yang rela kutumbuhi bunga
Tentangmu...
Namamu yang selalu menggetarkan sekeping hatiku...
Mungkin kau tak pernah tahu apa yang kutulis disini
Yang terkadang tak tereja di setiap syairnya
Yang takkan pernah selesai kurangkai untukmu
Dan tak tak pernah lelah kugoreskan di tiap aksaranya
Hingga kata yang kupintal menjadikan namamu
Izinkan aku mencintaimu meski dalam goresan pena
Aku ingin mencintaimu layaknya mentari
Yang bergulir sempurna dari kanan ke kiri
Aku ingin mencintaimu seperti udara
Yang tak terlihat namun dapat kau rasa
Mungkin bagimu rinduku tak kasat mata
Rindu yang tak terbaca yang tak kau pahami maknanya
Biarkanlah aku simpan dan kurajut dalam hati
Tentangmu...
Pada sedikit kisah hidupmu yang pernah kau bagi cerita
Pada sekeping hatimu yang rela kutumbuhi bunga
Tentangmu...
Namamu yang selalu menggetarkan sekeping hatiku...
SEPATAHAN
Kini
bilur masa. ku tenggelam
bukan ku tak mengingat tau rindu
aku masih trombang ambing dalam dunia
terpental ku begitu jahu
rasa tap menjadi milikmu
tap kau pijakan masa
jika kau tak mampu
angin kan membawamu pada pemilik yg hilang
saungan mentari tap kabarkan wajahmu
gambarkan mimpi2 yg terlewatkan
simponi riwayat kelam
memisahkan raga dan cinta
pencarian diri melukai mimpimu
kini ku terpukau imaji dalam malam
kemana dimana. aku di sini masih dalam cinta
sanubari katakan jika aku adalah dirimu
sang mimpi tetap mencintai sesuatu misteri cintamu
kini dan nanti tap sama
bilur masa. ku tenggelam
bukan ku tak mengingat tau rindu
aku masih trombang ambing dalam dunia
terpental ku begitu jahu
rasa tap menjadi milikmu
tap kau pijakan masa
jika kau tak mampu
angin kan membawamu pada pemilik yg hilang
saungan mentari tap kabarkan wajahmu
gambarkan mimpi2 yg terlewatkan
simponi riwayat kelam
memisahkan raga dan cinta
pencarian diri melukai mimpimu
kini ku terpukau imaji dalam malam
kemana dimana. aku di sini masih dalam cinta
sanubari katakan jika aku adalah dirimu
sang mimpi tetap mencintai sesuatu misteri cintamu
kini dan nanti tap sama
DERITA PERTIWI
Negeriku Mencundang
membludak akar yg mati
sekral mahkamah hidup
mencundangi bangsa demi properti dunia
etalase mewah
sekonyong wongcilik mengemah di kolom masa
janjikan mati bersma pertiwi
dibalik raja-raja dunia
mimpi akan hidup
dimana kos-kos dunia
membludak bah air rawatkan tangis
seuntai nandu rindu trsenyum
semalam tak berani bermimpi
negeri mencundang dalam tangan besi
kepakkan sayap memangsa,lemah.
tak dihiraukan tanah airmata
bajiri tanahmu
semua bersandawa
dibalik parfum mewah selangkangmu
tebarkan acuh di negerimu
kau bukanlah pilihan yg jadikan negeri ini kau cundangi
membludak akar yg mati
sekral mahkamah hidup
mencundangi bangsa demi properti dunia
etalase mewah
sekonyong wongcilik mengemah di kolom masa
janjikan mati bersma pertiwi
dibalik raja-raja dunia
mimpi akan hidup
dimana kos-kos dunia
membludak bah air rawatkan tangis
seuntai nandu rindu trsenyum
semalam tak berani bermimpi
negeri mencundang dalam tangan besi
kepakkan sayap memangsa,lemah.
tak dihiraukan tanah airmata
bajiri tanahmu
semua bersandawa
dibalik parfum mewah selangkangmu
tebarkan acuh di negerimu
kau bukanlah pilihan yg jadikan negeri ini kau cundangi
CAKAP SAHABAT
untaian sang sahabat
kala embun membasahi malam
kian memburu dalam pesta luka
luka menyinasi malam yang gelap
hilang bah hampas masa
sinderela menyunyikan diri bersama embun
tergoyah dalam api rindu dan benci
semua terekam begitu luka
bahagia menjadi nestapa rindu
semua bercerita tentang masa kami
membingungkan mimpi
semua musnah entah hilang
kemilau embun basahi pipi bersama air suci
kenangan2 itu bercerita
aku adalah aku yg jadika kau adalah aku
kau adalah aku yg menjadikan semua sirna
berkembang dalam tetesan nista malam
bercerita hancurkan kenangan
bermimpikan luka
menantikan cahaya tanpmu
jika kau bukanlah pemilikku
biarkan aku menungguu pemilikku
kala embun membasahi malam
kian memburu dalam pesta luka
luka menyinasi malam yang gelap
hilang bah hampas masa
sinderela menyunyikan diri bersama embun
tergoyah dalam api rindu dan benci
semua terekam begitu luka
bahagia menjadi nestapa rindu
semua bercerita tentang masa kami
membingungkan mimpi
semua musnah entah hilang
kemilau embun basahi pipi bersama air suci
kenangan2 itu bercerita
aku adalah aku yg jadika kau adalah aku
kau adalah aku yg menjadikan semua sirna
berkembang dalam tetesan nista malam
bercerita hancurkan kenangan
bermimpikan luka
menantikan cahaya tanpmu
jika kau bukanlah pemilikku
biarkan aku menungguu pemilikku
SEMUA TERLIHAT
LEGENDA
ceritamu bersama terlihat dimata
menerawang dalam ketiadaan
mencari yg sepat tak terlihat
dan kini kutemukan
ceritamu melegenda dalam benak
kisahmu tap dihati
rautmu tergambar pasti
tak pernah buram
jika kelak kau menghilang
ingatlah wajahmu tak terlupakan
ingatlah kau slalu dihati
ingatlah kaulah yang terindah
disini bersama bayangan
menceritakan kembali kenangan
mengulang kembali canda tawa
bersamamu aku tersexum
ceritamu bersama terlihat dimata
menerawang dalam ketiadaan
mencari yg sepat tak terlihat
dan kini kutemukan
ceritamu melegenda dalam benak
kisahmu tap dihati
rautmu tergambar pasti
tak pernah buram
jika kelak kau menghilang
ingatlah wajahmu tak terlupakan
ingatlah kau slalu dihati
ingatlah kaulah yang terindah
disini bersama bayangan
menceritakan kembali kenangan
mengulang kembali canda tawa
bersamamu aku tersexum
JIWA
MATA
itu yg melihak keangkaramurka dunia
itu penerawang yg tak terlihat
itu yang membuat hangus
satu masa blum aku lihat
kini kutemukan di mata
semua gambaran kejadian itu
seuntai mata dalam membunuh
dikerah panas
secuil dahaga terlihat
sempoyong mata tertutup
itu yg melihak keangkaramurka dunia
itu penerawang yg tak terlihat
itu yang membuat hangus
satu masa blum aku lihat
kini kutemukan di mata
semua gambaran kejadian itu
seuntai mata dalam membunuh
dikerah panas
secuil dahaga terlihat
sempoyong mata tertutup
Langganan:
Postingan (Atom)
TENTANG DEEP LEARNING (IGI KAB. BIMA)
"Deep Learning" atau Pembelajaran Mendalam dalam konteks pendidikan melibatkan pendekatan yang mendalam dan bermakna terhadap ...
-
NAMPAK TANPA BATAS MIMPI Pembacaan narator atau puisi pengiring kisah “ NAMPAK TANPA BATAS MIMPI ”. Adegan 1. Pemain 1 : ...
-
"Deep Learning" atau Pembelajaran Mendalam dalam konteks pendidikan melibatkan pendekatan yang mendalam dan bermakna terhadap ...
-
Eryansyah, S.Pd CGP SMAN 2 Bolo angkatan 2 Kab. Bima NTB Rancangan Pengelolaan Program Berdampak Pada Murid Guru Memiliki Mimpi Yaitu Men...