Senin, 06 Oktober 2014

PUTARAN

lingkaran

mahbrata terguling dalam cita
langkah terabaiki kita
entah kita pikirkan
semua sama

hal terlupakan dalam bel cita
menangis di kaki ibu pertiwi
ini bukanlah seuntai lama
tapi kisa yang terabaikan masa

berjalan menelusuri lorong tak terlihat
entah itu menjadi persembunyian batu
semua ingin kami rontohkan dengan ilmu
bukanlah angan

jalan terlihat, biarlah umar backhry lama menjadi kenangan
kita berada dimasa sulit sesulit perang
generasi penuh cinta bukan cita
entah buta tak berpikir

semua kami suap mengapa engau tak mengunyah
itu bekalmu, bukan bekal kami
jalanlah telusuri lingkaran
gar masa mencatatkanmu dalam sejarah

kami adalah sibunga teratai yang mudah kau lupakan
tak seperti kekasihmu yang slalu di mata hatimu

MASIH SECANGKIR

secangkir

bilur luka terobati entah mengobati
jasad terkurung entah mengurung
lantunan pernah, pernahkan hiraukan
kembali pada secankir kopi

ditemani bukanku menemani tapi raga inginkan
semua terasa sama bukan menyamakan
bah terurai bukanku mengurai
berjalan bukan pada waktuku

secangkir hidup terpompong
membuatku tertopang
terasa sepoyong
nurani kebohongan

adakah dia seperti tulang rusuk
entah terbengkok. entah patah
menghiraukan keharuan
semua membuatku terkurung

semua sama pada hidup
aku menunggumu dengan secakir kopi ku
temani hingga kita berada di dunia secangkir kopi
mengarungi bahtera perapian dunia

AMESIA

lupa

dimana. kelak terlupa
hati menjanjikan mimpi
dimana, hilang bukan menghilangi
semua bercerita, aku tidak

janji sesepuh dunia
terlupa di kaki kemakmuran
hilang senda seduh nirwana
memojokkan mata yg tak terlihat

penyair menyairkan hati, tp terlupakan
kami mengabarkan waktu yg lalu
merobohkan ting2 mengangang
terlupakan di kaki zaman

kini kami melangkah untuk cinta
mesti dirumah tak ada kebenaran
kami ciptakan parlemen jalanan
bukan menghakimi, juga bukan mengurung

terkabar desah desuh nafasf
membuat baris semakin kokoh
tudak. kamilah sang ombak
robohkan tirai kebohongan
demi yang terlupakan

berjalan telusuri bukan menyusupi
simbol tetap dihati
bukan meragu
kami kan gemparkan dunia demi malam senja
dihari yg terlupakan
kan kami gambarkan refolusi jiwa

JIKA

jika

semari dalam wah simponi
berjalan melingkari waktu
entah semua semu
jalan memberi waktu

jika semua kadikan akuseperti aku
jika menadikan kau seperti kau
contohkan gitar
jika memprihatinkan berpulang

jika nada tetap menjadi nada
tersadar bukan menghakimi
jika ku tiada, semua aku gambarkan
jika engkau terlupa malam kan kabarkan

sesaat aku merenung
kau bukanlah aku yg jadikan aku mimpimu
kau bukanlah kau jadikan kau hidupmu
kita terpecah

jika kelak kau terbangun aku tetap menjadi seperti dulu
terbanglah dan tetaplah hinggap di tempak kau terbang
jangan kau lupa sarangmu
aku menunggu

JODOH

rusuk

aku mencintai waktu yang mencintai masa
memparharakan kematian senja
harapan era. mustahil dunia
menerobos waktu, tak ingkari

seraya malam membisikan cintamu disana
memakai mahkotah bertuah
menunggu ajal mimpi
sandawa dunia

semua jadikan cinta bertahta
jika kau benar
akan aku tunggu di meja bundar yang berserahkan piring garpu
hingga kau berkata kaulah pemilikku

TANPA JUDUL

apa yah?

sang malam memikul muntahan larfa
gejolak nista dalam kemakshuran
walau malam menimpah harkat
aku dalam masa yang kelam

kala meniduri bayangan
menjadikan sempih sepah malam
jadikan teratai terabaikan
sujud murka dalam duka

apa yah. ku terdampar
menjadikan seekor ruba bukan bunglon
kertas terbakar dingin
sepi dalam senduh

jalan2 mengiringi kota mati
dibalik megah perperosot kehadiran yg tak ucap
alangkah aku dirusuk makna
memukau keahlian mata

cinta. jadikan dalam kurungan emas
menjamah diri dalam sepi
terabaikan cinta
jika kelak kau adalah aku. tetaplah berdiri dihati

CINTA

cerita

menyeruah di hawa dunia
tergores cerita terka
juang menjadi mimpi
tercapai mimpi

cerita dahaga duniawi
gambarkan kami kisah laskar
membajiri kelahiran
adakan jawaban kami

mengejar di gaduhx suasana
mengiringi kisah kami
terabaikan wktu menunggu
melangkah dalam titah tak teradili

wahai arwah2 yg hidup
kita tetap bangkit meski kita tak terlihat
genggam tangan kita
kita rahasiakan waktu di mimpi tak terlihat

jika hari ini kita blum lulus
kita lulus untuk esok
menjalani hidup yg tertunda

HARAPAN

Sekeping Harapan

Ketika sepasang mata itu begitu melekat kuat
Ketika bibir itu mengurai janji
Ketika tubuh saling memeluk
Ketika tangan itu menggenggam

Hangat. Tenang. Damai 
Ketika semua tak mampu terucap dengan kata
Hanya mata yang ungkapkan dengan tangis
Isak demi isak

Pkiranku kosong.
Menerawang, ini benar terjadi?
Tenanglah. Ini tak akan lama.
Angin segar kurasakan, semoga benar adanya.

Laksana pohon kini makin tinggi menjulang
Kuharap jangan pernah goyah ataupun tumbang
Meski badai menerpa
Kuatkan akarmu dengan keyakinan
Menunggu waktu yang tak akan lama. ~R

SESUATU

SESUATU

sesuatu yang lebih bukan karna lebih
sesuatu yang kurang bukan karna kurang
sesuatu yang lebih karna ku mencintaimu
sesuatu yang kurang karna kurang memperhatikanmu

sesuatu yang rindu bukanlah karna rindu
sesuatu yang menanti bukanlah pernantian
sesuatu yang rindu karna slalu mengingatmu
sesuatu yang menanti karna menanti hidup bersama

sesuatu yg lebih dicintai bukan karna mencintai
sesuatu yang indah bukan karna keindahan
sesuatu yang lebih karna lebih menyayangi
sesuatu yang indah karna menjalani bersamamu

jika kelak semua sama
biarkan waktu yg menyatukan sesuatu di hati

MALAIKAT MIMPI

mimpi malaikat

malaikat-malaikat memimpikan dunia
entah apa?
mencari sosok rumah mimpi
malaikat kecil bermimpi
esok aku ingin bangun dirumahku

bermimpi. hendak fanah
tertatih hadir dilorong bumi
jadikan entah apa yg iya mimpi
seyogiax khayalan

ketika terbangun entah apa yg dilihat
entah mimpi
entah nyata
dia bangik bersama harapan semu
mimpi mereka terbungkus kaki bumi

kehilangan sesuatu. bukan mimpi
dia berkata aku sendiri
aku tak terdampa
aku tak terlihat

malaikat-malaikat bermimpi
kelak jadilah pemimpin bukan memimpikan
gengam asamu
tuliskan kisah dikain putih ibumu
jalanlah bersama waktu akumengiringimu

BERHARGA

sesuatu yg berharga
SESUATU

sesuatu yang lebih bukan karna lebih
sesuatu yang kurang bukan karna kurang
sesuatu yang lebih karna ku mencintaimu
sesuatu yang kurang karna kurang memperhatikanmu

sesuatu yang rindu bukanlah karna rindu
sesuatu yang menanti bukanlah pernantian
sesuatu yang rindu karna slalu mengingatmu
sesuatu yang menanti karna menanti hidup bersama

sesuatu yg lebih dicintai bukan karna mencintai
sesuatu yang indah bukan karna keindahan
sesuatu yang lebih karna lebih menyayangi
sesuatu yang indah karna menjalani bersamamu

jika kelak semua sama
biarkan waktu yg menyatukan sesuatu di hati

NUANSA

nuansa

malam berkeming
santunan masa
kelak menjadi pribahasa
sakral nurani

pencarian masa
mengiringi rehab masa
lilin mencair
pudar dalam nostagia

kumpulan-kumpulan kisah mengoteh jasad
simponi kelam kemilau
raja membumbung neraka
jalan melintasi surga mimpi

permainan cerita
menceritakan kelak tak terlihat
aku bersair untukmu
memimpikan sendah senduh mimpi

malam tetap menjadi malam
seperti mimpibersama
jika itu terjadi aku menunggumu disini

BANJIR

bima berduka

25. hari air mata
bah menenetskan lara
menggoyahkan benteng
merobohka surau kami

mengiringi masa tak terelakan duka
tanahku tanah air mata
tanahku duka air mata
tanahku lara air mata

26. hari air mata
tak terhenti bima berduka Bah
Raja hembuskan nafas bersama surutx banjir
Raja hembuskan nafar bersama hujan
meninggalkan duka

27. hari air mata
tak cukup kering air mata
mengiringi perelatan terakhirmu
kibarka 3 mata Tombak mengiringi terakhirmu

kau telah kembali.
kami masih bersama waktu
menunggu mimpi yg kau tinggalkan
menanti simponi mentari pagi

bimaku berduka
hari yg penuh air dan Bah
hari yg tak terngiang asa
mimpi buruk

kami helatkan duka lara bersamaMu
kami kan menantiMu di ujung masa kami
Bima (bismillah)
Mbojo (maja labo dahu)

DIMENSI

WAKTU

aku berhadapan bersama waktu
menunggu cinta dalam sela waktu
kau kembali bersama waku
bersama ku bersama waktu

sela-sela nafasku rinduku tetap pada cahaya
memecah malam keheningan
merangkai mimpi yang tertunda
sanubari simponi cinta

lorong-lorong nafas hembuskan namamu
naluri menuntunku pada cintamu
kurai itu
kau begitu menjahu bersama waktu

kata-kata yg teruntai dalam kata
gambarkanku pada lukisan malam
semua bergerak
aku masih dalam waktu yg terheti

jika kelak waktu menuntunmu
tabahkan hati bersama cinta
jalin kembali cinta yang lalu
dalam singgah sanah mahligai cinta

TUHAN

Nama Mu

Mungkin kau tak pernah tahu apa yang kutulis disini
Yang terkadang tak tereja di setiap syairnya
Yang takkan pernah selesai kurangkai untukmu
Dan tak tak pernah lelah kugoreskan di tiap aksaranya
Hingga kata yang kupintal menjadikan namamu

Izinkan aku mencintaimu meski dalam goresan pena
Aku ingin mencintaimu layaknya mentari
Yang bergulir sempurna dari kanan ke kiri
Aku ingin mencintaimu seperti udara
Yang tak terlihat namun dapat kau rasa

Mungkin bagimu rinduku tak kasat mata
Rindu yang tak terbaca yang tak kau pahami maknanya
Biarkanlah aku simpan dan kurajut dalam hati
Tentangmu...
Pada sedikit kisah hidupmu yang pernah kau bagi cerita
Pada sekeping hatimu yang rela kutumbuhi bunga
Tentangmu...
Namamu yang selalu menggetarkan sekeping hatiku...

SEPATAHAN

Kini

bilur masa. ku tenggelam
bukan ku tak mengingat tau rindu
aku masih trombang ambing dalam dunia
terpental ku begitu jahu 

rasa tap menjadi milikmu
tap kau pijakan masa
jika kau tak mampu
angin kan membawamu pada pemilik yg hilang

saungan mentari tap kabarkan wajahmu
gambarkan mimpi2 yg terlewatkan
simponi riwayat kelam
memisahkan raga dan cinta

pencarian diri melukai mimpimu
kini ku terpukau imaji dalam malam
kemana dimana. aku di sini masih dalam cinta
sanubari katakan jika aku adalah dirimu

sang mimpi tetap mencintai sesuatu misteri cintamu
kini dan nanti tap sama

DERITA PERTIWI

Negeriku Mencundang

membludak akar yg mati
sekral mahkamah hidup
mencundangi bangsa demi properti dunia
etalase mewah

sekonyong wongcilik mengemah di kolom masa
janjikan mati bersma pertiwi
dibalik raja-raja dunia
mimpi akan hidup

dimana kos-kos dunia
membludak bah air rawatkan tangis
seuntai nandu rindu trsenyum
semalam tak berani bermimpi

negeri mencundang dalam tangan besi
kepakkan sayap memangsa,lemah.
tak dihiraukan tanah airmata
bajiri tanahmu

semua bersandawa
dibalik parfum mewah selangkangmu
tebarkan acuh di negerimu
kau bukanlah pilihan yg jadikan negeri ini kau cundangi

CAKAP SAHABAT

untaian sang sahabat

kala embun membasahi malam
kian memburu dalam pesta luka 
luka menyinasi malam yang gelap
hilang bah hampas masa

sinderela menyunyikan diri bersama embun
tergoyah dalam api rindu dan benci
semua terekam begitu luka
bahagia menjadi nestapa rindu

semua bercerita tentang masa kami
membingungkan mimpi
semua musnah entah hilang
kemilau embun basahi pipi bersama air suci

kenangan2 itu bercerita
aku adalah aku yg jadika kau adalah aku
kau adalah aku yg menjadikan semua sirna
berkembang dalam tetesan nista malam

bercerita hancurkan kenangan
bermimpikan luka
menantikan cahaya tanpmu
jika kau bukanlah pemilikku
biarkan aku menungguu pemilikku

SEMUA TERLIHAT

LEGENDA

ceritamu bersama terlihat dimata
menerawang dalam ketiadaan
mencari yg sepat tak terlihat
dan kini kutemukan

ceritamu melegenda dalam benak
kisahmu tap dihati
rautmu tergambar pasti
tak pernah buram

jika kelak kau menghilang
ingatlah wajahmu tak terlupakan
ingatlah kau slalu dihati
ingatlah kaulah yang terindah

disini bersama bayangan
menceritakan kembali kenangan
mengulang kembali canda tawa
bersamamu aku tersexum

JIWA

MATA

itu yg melihak keangkaramurka dunia
itu penerawang yg tak terlihat
itu yang membuat hangus

satu masa blum aku lihat
kini kutemukan di mata
semua gambaran kejadian itu

seuntai mata dalam membunuh
dikerah panas
secuil dahaga terlihat
sempoyong mata tertutup

TENTANG DEEP LEARNING (IGI KAB. BIMA)

  "Deep Learning" atau Pembelajaran Mendalam dalam konteks pendidikan melibatkan pendekatan yang mendalam dan bermakna terhadap ...